Agen Casino Online Terpercaya
Showing posts with label Politik Dalam negeri. Show all posts
Showing posts with label Politik Dalam negeri. Show all posts

Sunday, April 30, 2017

Bertemu Prabowo, Sandiaga Diminta Jangan Kecewakan Rakyat


SNU -  Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga diminta Prabowo agar jangan mengecewakan rakyat ketika dirinya nanti memimpin sebagai wakil gubernur.

Sandiaga mengatakan, pertemuan dengan Prabowo hari ini adalah yang pertama kalinya sejak pencoblosan pada 19 April lalu. Dia sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Prabowo karena telah memberinya kesempatan dalam memilih pasangan Pilgub sekaligus strategi kampanye.

"Tadi baru selesai untuk pertama kalinya, saya bertemu Pak Prabowo setelah 19 April. Saya juga ucapkan terima kasih karena ini pertama kalinya kita menggunakan strategi baru dengan inovasi-inovasi dalam berkampanye, yang sebelumnya belum pernah dicoba di tempat lain," ujar Sandiaga di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara Nomor 4, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2017).

Sandi mengatakan, Prabowo mengingatkannya agar tidak mengecewakan rakyat saat menjabat sebagai wakil gubernur nanti. Selain itu, dalam pertemuan tertutup, Sandi juga melaporkan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU DKI Jakarta.

"Beliau juga mengingatkan satu, jangan kecewakan rakyat, saya juga laporkan tadi juga sudah diketok KPUD, kemarin dia bilang integritas mesti dijaga jangan sampai melukai hati rakyat, yang sudah berjuang secara militer bersama-sama kita, dan beliau juga menitipkan untuk berbuat yang terbaik buat Jakarta, yang sudah baik dijalankan oleh Pak Basuki diteruskan dan diperbaiki," jelasnya.

"Yang penting bagi Pak Prabowo adalah bagaimana menjaga persatuan bahwa Bhinneka itu adalah keniscayaan, kita beragam tapi Tunggal Ika itu yang harus diperjuangkan, itu yang harus disampaikan," tutup Sandi.

Monday, March 6, 2017

Mengenal Keluarga Raja Salman

Mengenal Keluarga Raja Salman

Raja Salman Bin Abdul Azis Al Saud
SNU - Awal Maret 2017, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, berkunjung ke Indonesia. Kunjungan ini menyedot perhatian publik.

Betapa tidak, jumlah rombongan yang dibawa Raja Salman konon mencapai 1.500 orang. Termasuk 10 menteri dan 25 pangeran Arab Saudi.

Raja Salman juga membawa tangga pesawat sendiri serta mobil mewah Mercedes-Benz S600, sebagai tunggangan selama lawatan ke Indonesia.

Selama ini orang-orang mungkin lebih melihat Raja Salman sebagai pemimpin yang kaya raya. Tetapi, jarang yang tahu tentang kehidupan Sang Raja di luar jabatannya.


Raja Salman menggantikan saudara tirinya, Raja Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud yang meninggal pada 23 Januari 2015. Raja Salman menjadi Putra Mahkota sejak 18 Juni 2012.

Berdasar informasi dari Netty Royal, pemimpin kerajaan yang lahir pada 31 Desember 1935 ini, adalah anak ke-25 dari pasangan Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al-Saud (1876-1953) dan salah satu istrinya yang bernama Hassa binti Ahmad Al-Sudairi (1900-1969).


Raja Salman sendiri memiliki tiga orang istri. Dia pertama kali menikah dengan Sultana binti Turki Al-Sudairi (meninggal 2011). Setelah itu, Raja Salman menikah untuk kedua kalinya dengan Sarah binti Faisal Al-Subai'ai.

Sementara itu, istri ketiganya adalah Fahda binti Falah bin Sultan Al-Hithalayn. Dari pernikahan pertamanya, Raja Salman memiliki 6 putra dan 1 putri.

Mereka adalah Pangeran Fahd (1955-2001), Pangeran Sultan (lahir 1956), Pangeran Ahmed (1958-2002), Pangeran Abdulaziz (lahir 1960), Pangeran Faisal (lahir 1970) dan Putri Hussa (lahir 1974).

Dengan istri kedua, Raja Salman memperoleh putra yang diberi nama Pangeran Saud.
Sementara dari pernikahan ketiganya, Penjaga Dua Masjid Suci ini memperoleh keturunan bernama Pangeran Mohammed, Pangeran Turki, Pangeran Khalid, Pangeran Nayif, Pangeran Bandar dan Pangeran Rakan. Raja Salman disebut juga memiliki banyak cucu dan mungkin cicit.

Monday, February 20, 2017

Mabes Polri Mencium Adanya Upaya Provokasi Dalam Aksi 212

Mabes Polri Mencium Adanya Upaya Provokasi Dalam Aksi 212


SNU - Mabes Polri mencium adanya upaya provokasi berujung tindakan anarkis pada aksi bertajuk 212 berlangsung Selasa besok. Polisi mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan tindakan provokatif dapat merugikan diri sendiri.

"Kami telah mendeteksi kegiatan yang mengarah pada provokatif menuju kondisi anarkis. Dalam hal ini tidak berlebihan jika kepolisian mengingatkan kepada masyarakat," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar kepada awak media saat berada di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (20/2).

Namun Boy enggan menjelaskan secara rinci soal informasi adanya aksi provokatif tersebut. "Itu bagian dari informasi intelijen yang kita kelola. Biarlah itu menjadi konsumsi petugas, tapi petugas kami mengingatkan saja kepada masyarakat," kata Boy.

"Jadi saya tidak perlu buka informasi intelijen yang kita terima. Tapi kita perlu mengingatkan kepada publik," lanjutnya.

Dia menambahkan, hendaknya masyarakat tidak mudah tersulut emosi lantaran banyaknya arus informasi negatif seperti adanya provokasi di media sosial (medsos) marak belakangan ini.

"Lahirnya konten provokatif di media sosial, kami berharap masyarakat tidak terprovokasi terkait informasi yang belum tentu benar. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat luas l, para koordinator lapangan yang ikut mengoordinir hendaknya unjuk rasa tetap mengedepankan hukum. Harus dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara kita," pungkas Boy.

Sunday, February 19, 2017

Real Count KPU : Erzakdi-Abdul Kalahkan Adik Yusril Di Pilgub Babel

Real Count KPU : Erzakdi-Abdul Kalahkan Adik Yusril Di Pilgub Babel


SNU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan rekapitulasi salinan formulir C1 dari TPS untuk Pilgub Bangka Belitung telah selesai. Pasangan Erzaldi Rosman dan Abdul Fatah memperoleh suara terbanyak.

Dikutip detikcom dari laman resmi KPU, Minggu (19/2/2017) pukul 22.20 WIB, Erzald-Abdul memperoleh 38,94 persen (213.303 suara). Disusul oleh Rustam Effendi-Muhammad Irwansyah dengan 22,70 persen (124.329 suara).

Sedangkan Hidayat Arsani-Sukirman berada di peringkat ketiga dengan perolehan 19,27 persen (105.537 suara). Adik dari Yusril Ihza Mahendra yakni Yusron Ihza berada di posisi paling buncit. Yusron bersama pasangannya Yusroni Yazid memperoleh 19,10 persen (104.610 suara).

Data tersebut merupakan hasil penghitungan form C1 dari total 2.698 TPS yang ada di 7 kabupaten/ kota di Bangka Belitung.

Total ada 567.524 orang (62 persen) yang menggunakan hak pilihnya. Sementara 347.974 (38 persen) orang tidak memilih alias golput.

Jumlah suara sah yakni 547.579 suara (96,7 persen) dan 18.811 suara tidak sah (3,3 persen).

Data real count dari KPU tersebut merupakan hasil sementara. Hasil final dilakukan secara manual dan berjenjang. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.

Friday, February 17, 2017

Sambangi Rumah Boy Sadikin, PPP Dukung Anies-Sandi ?

Sambangi Rumah Boy Sadikin, PPP Dukung Anies-Sandi ?


SBB -  Pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta hari ini menyambangi kediaman Ketua Relawan Anies Sandi, Boy Sadikin. Kehadiran Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Ichwan Jayadi mengisyaratkan adanya koalisi mendukung Paslon nomor urut 3 ini.

"Kami masih penjajakan. Kami harapkan penjajakan lebih matang dalam 1-2 hari. Makanya, dalam rentan waktu itu, kami terus berdiskusi," kata Ichwan di Rumah Boy Sadikin, Jalan Borobudur No 2, Jakarta Pusat, Jumat (17/2). 

Boy pun menyambut dengan tangan terbuka kehadiran PPP yang ingin melakukan penjajakan dengan tim pemenangan Anies Sandi. Putra dari Ali Sadikin ini selalu membuka pintu kepada siapa saja yang mau memenangkan pasangan Anies-Sandi. 

"Karena kami meyakini, perubahan Jakarta tidak bisa dilakukan orang per orang. Tapi, butuh barisan jemaah yang kokoh," kata Boy.

Terpisah, Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengaku bersyukur dan mengapresiasi adanya sinyal merapatkan diri dari PPP. Menurutnya, bila nanti akhirnya diputuskan akan bergabung dengan Partai Gerindra dan PKS maka hal itu bukanlah semua dukungan. Tetapi juga dukungan pada perubahan untuk Jakarta. 

"Karena memang yang menginginkan pergantian itu banyak jumlahnya. Walaupun kemarin lewat 2 calon dukungannya tapi sekarang 1 calon," ungkap Anies saat ditemui di Jakarta Timur. 

Anies pun mengaku timnya telah menjalin komunikasi dengan 4 partai pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Kepada PKB, PPP, PAN dan Demokrat Anies mengklaim telah terjadi komunikasi.

"Pembicaraan sudah. Final keputusan dan lain-lain belum, pembicaraan sudah dimulai. Bahkan kemarin ada pembicaraan yang cukup panjang juga," ujar Anies. 

Anies pun mengaku tak ada pesan khusus dari keempat partai kubu Cikeas padanya. 

"Enggak ada (pesan) yang khusus. Yang penting mereka mengharapkan ada perubahan di Jakarta, program yang dijalankan pro rakyat," tutup Anies.

Real Count KPU 100 Persen : Agus 17.05%, Ahok 42.91% & Anies 40.05%

Real Count KPU 100 Persen : Agus 17.05%, Ahok 42.91% & Anies 40.05%


SBB - Perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pilgub DKI 2017 berdasarkan form C1 sudah mencapai 100 persen dari 13.023 TPS di seluruh Jakarta. Hasilnya, pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat unggul dengan perolehan 2.357.587 suara atau 42.91 persen. 

Sementara di posisi kedua, pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno meraih 2.200.636 suara atau 40.05 persen. Sedangkan pasangan Agus Yudhoyono- Sylviana Murni berada di posisi buncit, dengan perolehan 936.609 suara atau 17.05 persen.

"Portal ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 15 Februari 2017 di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada dengan lebih cepat dan akurat," tulis KPU di situs kpu.go.id dikutip merdeka.com, Jumat 17 Februari 2017.

"Data hasil Pilkada berdasarkan entry data Model C1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi ditingkat atasnya."

KPU juga membagi hasil hitung form C1 ini berdasarkan wilayah. Dari sini, hanya tinggal Jakarta Timur yang belum 100 persen selesai penghitungan. KPU merilis, suara sah dalam Pilgub DKI 2017 yakni 5.459.059. Sementara yang tidak sah 69.158. Total suara sah adalah 5.519.225.

Dukung Anies Atau Ahok, PPP Tunggu Keputusan Tokoh Dan Alim Ulama

Dukung Anies Atau Ahok, PPP Tunggu Keputusan Tokoh Dan Alim Ulama


SBB - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum menentukan arah dukungan kepada salah satu pasangan calon di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan pihaknya masih melakukan konsolidasi internal bersama fungsionaris partai mulai dari tokoh senior, alim ulama hingga pengurus. 

"Ya dengan sebanyak mungkin pemangku kepentingan partai. Mulai dari tokoh senior partai, alim ulama, struktur partai juga," kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Arsul menyebut pihaknya tengah menunggu kehadiran pasangan Basuki T Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebelum menentukan dukungan. Selain pasangan calon, PPP juga terus melakukan penjajakan dengan partai pengusung masing-masing calon. 

"Belum lah pertama keputusan itu kan setelah kita mendengar dari semuanya, kedua keputusan itu kan kita buat kalau misalnya ada paslon yang sudah datang ke kita. Lah ini paslon nya aja belum dateng ke kita," terangnya. 

Untuk arah dukungan, Arsul menyebut Ketum PPP Romahurmuzy tidak bisa memutuskan secara sepihak. Pengurus DPP PPP menyerahkan sepenuhkan pilihan kepada pendukungnya. Arsul mengibaratkan PPP sebagai perusahaan publik, dirinya dan pengurus hanya sebagai administrator. 

"PPP ini memang ibarat perusahaan, PPP kayak perusahaan publik tdk ada pemegang saham pengendali jadi Romahurmuzy dan Arsul Sani selaku ketua umum dan sekjen bukan pemegang saham pengendali kita ini administrator saja, pemegang kendalinya ya semua konstituen itu," tegasnya.

Sementara, apabila melihat survei, sekitar 56 persen pendukung menjatuhkan pilihan kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni, 30 persen suara memilih Anies-Sandiaga dan 14 persen sisanya ingin PPP mendukung Ahok-Djarot. 

"Survei menunjukan para pemilih pada pileg milih PPP maka kemudian di pilkada ini 56 persen itu ke paslon AHY- Sylvi, sekitar 30-an persen ke Anies-Sandi, dan sisanya ke Ahok-Djarot," terang Arsul. 

Meski demikian, Arsul menilai peluang PPP mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandiaga masih sama besar. PPP juga mempersilakan pendukungnya bebas memilih sesuai hak dan rasionalitasnya. 

"Masih sama besar kemungkinan nya ke mana saja. Pilihan itu kan tidak hanya dua artinya tidak hanya ke paslon dua atau paslon 3," klaim Arsul. 

Anggota Komisi III DPR ini menegaskan posisi PPP di koalisi pemerintahan tidak menjadi pertimbangan harus mendukung Ahok-Djarot. Tujuan koalisi pemerintah, lanjutnya, adalah menyukseskan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bukan untuk membantu memenangkan calon di Pilkada tertentu. 

"Saya harus bolak balik jelaskan lagi yang namanya koalisi di pemerintahan itu kan koalisi untuk menyukseskan pemerintahan Jokowi-JK bukan menyukseskan calon tertentu di pilkada. Kalau kayak begitu repot nanti pecah pecah koalisi," pungkas dia. 

Imam-Fadhli Unggul Pilkada Yogya, Timses Kawal Surat Suara Tak Sah

Imam-Fadhli Unggul Pilkada Yogya, Timses Kawal Surat Suara Tak Sah


SBB - Tim pemenangan pasangan nomor urut 1 dalam Pilkada Yogyakarta, Imam Priyono-Achmad Fadli akan terus mengawal surat suara tidak sah untuk memastikan transparasi. Menurut Ketua Pemenangan Paslon nomor 1 itu, Danang Rudyatmoko menyampaikan bahwa upaya membuka kotak suara tidak sah yang jumlahnya ribuan adalah bagian dari proses mengawal hak konstitusi rakyat Yogyakarta yang sudah memberikan hak pilihnya di Pilkada Yogyakarta.

"Ini bukan semata menuntut hak atau mempertahankan posisi, tapi berupaya melidungi hak konstitusi yang diberikan rakyat Yogyakarta. Mereka sudah memberikan hak pilihnya, kita akan terus kawal", jelas Danang di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Sedangkan menurut Tim Badan Bantuan Hukum dan Advokasi, DPP PDI Perjuangan, Aries Surya, menjelaskan dengan jumlah surat suara tidak sah yang cukup besar mencapai puluhan ribu suara membawa masalah. Sesuai laporan, banyak indikasi pelanggaran yang terjadi dalam proses pemilihan, baik dari tingkat partisipasi pemilih yang rendah hingga proses distribusi surat undangan yang bermasalah.

"Jika dilihat dari total penduduk yang memiliki hak pilih, apakah undangan pemilih yang menjadi kewajiban, khususnya KPPS tidak mendistribusikan merata. Pemilih enggan datang ke TPS, ini harus dibuka," kata Aries.

Keinginan membuka kotak suara, dari 14 kecamatan yang dirilis hasilnya oleh KPU, modus suara sah jadi tidak sah, jika tidak ada kecurangan pasangan calon Imam Priyono-Achmad Fadli pemilik suara terbanyak. Keberatan saksi yang memiliki mandat seharusnya juga dipenuhi, saksi yang memiliki mandat punya kewenangan adanya keberatan.

"Akibat hukumnya, kalau tidak menindaklanjuti laporan saksi, ancaman pidana menunggu. Kita lihat dulu itikad baik, setelah PPK masih ada di KPU. Kita akan minta proses juga intimidasi yang dilakukan terhadap tim, kita mohon semua pihak kawal, agar pilkada Yogya tak menimbulkan persoalan akibat ulah curang," papar Aries.

Selain upaya membuka lagi kota suara tidak sah, tim pemenangan juga mempertanyakan langkah Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta yang mempublikasikan real count. Proses tersebut menunjukan ada upaya membangun opini sebelum rekapitulasi manual sesuai tahapan selesai dilaksanakan.

"Ada apa, proses rekapitulasi dengan permohonan saksi di PPK mengingat jumlah suara tidak sah begitu besar tak bisa dibuka lagi. Kita ingin buka kotak suara, tapi Panwascam dan PPK tak kabulkan, kita ingin pastikan hak konstitusi warga terkawal," pungkas Danang.

Tuesday, February 14, 2017

5 Jawaban Santai ala Ahok saat diserang paslon lain, menohok banget


SBB - Pada Jumat 10 Februari 2017 lalu ketiga paslon Cagub-Cawagub DKI Jakarta menyampaikan argumennya dalam Debat Terakhir Pilkada DKI. Debat terakhir ini juga menandai usainya masa kampanye Pilkada DKI dan memasuki masa tenang jelang pemilihan 15 Februari mendatang.

Bertempat di ballroom Hotel Bidakara, Jakarta, debat final tersebut mengusung tema 'Perlindungan wanita dan anak serta pemberantasan narkoba'.

Pertanyaan demi pertanyaan pun dilontarkan kepada ketiga paslon oleh panelis. Masing-masing pasangan Pilgub DKI juga tak kalah mempertanyakan paslon lain terkait program kampanye dan permasalahan yang sedang dibicarakan.

Selain pasangan Pilgub DKI nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan pasangan Pilgub DKI nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tak kalah menarik perhatian penonton.

Terlebih saat Ahok dan Djarot menyampaikan argumen yang seakan menyindir paslon lain. Jawaban yang ia berikan seolah membuat ketiga paslon 'memanas' bahkan mati kutu.

Lantas jawaban dan argumen seperti apa yang Ahok berikan kepada kedua paslon Cagub-Cawagub DKI Jakarta lainnya? Berikut ini brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (11/2), lima serangan balik Ahok yang bikin paslon lain mati kutu.

 Ahok menyebut Agus dan Anies seperti om dan tante yang datang ke rumah dan merusak aturan.

Selama ini saat memimpin Jakarta, Ahok mengibaratkan dirinya seperti orangtua yang selalu menegakkan aturan. Kalau ada yang salah akan kena teguran atau sanksi. Namun saat kampanye, tiba-tiba ada kandidat lain datang dan menjanjikan ini dan itu. Padahal secara aturan sulit dipenuhi.

"Ibarat om tante, datang ke rumah. Lalu semua diboleh-bolehin. Mau dikasih Rp 1 M, dikasih rumah murah. Jangan karena mau jadi gubernur. Om sama tante, mengubah aturan yang dibuat orangtua," sindir Ahok.

Ahok menjawab santai saat Sylvi menuding dirinya tidak pro terhadap perempuan.

Mantan Bupati Belitung Timur ini merasa bingung mengapa Sylvi menganggap dirinya menjadi sosok yang tidak mendukung program perempuan. Pasalnya selama masa kampanye Ahok terus mendapatkan sambutan baik dari ibu-ibu dan perempuan.

"Saya dibilang orang kalau saya menyerang perempuan, dia (Sylvi) bilang kaum perempuan, buktinya kaum perempuan seneng foto-foto sama saya," katanya.

Ahok serang balik Sylvi terkait komitmen Pemprov DKI pada penyandang disabilitas.

Sylvi meminta bukti konkret ada atau tidak penyandang disabilitas yang bekerja di Balaikota. Ahok pun geleng-geleng mendengar sindiran Sylvi. Dia balik menyerang mantan walikota Jakarta Pusat itu.

"Tidak ada PNS disabilitas? Astaga Bu Silvi kemana saja? Asal tahu saja Ibu Sylvi ini enggak mau kenal sama PNS yang golongan rendah makanya dia enggak tahu ada penyandang disabilitas di Pemda," jawab Ahok.

Ahok tertawa saat Sylvi menyinggung dirinya pernah memaki perempuan di depan umum.

"Bagaimana gubernur menurunkan tingkat kekerasan perempuan padahal gubernur lakukan kekerasan verbal?" tanya Sylvi.

Ahok menyayangkan pasangan nomor urut satu tak bertanya soal program dan mendengar pertanyaan itu pun tertawa.

"Ini terus fitnah dipakai tak program lucu juga. Saya menyadari LSM di Jakarta banyak kenapa kekerasan di DKI, KDRT tinggi karena berani melapor. Makanya saya dulu izin ingin membangun apartemen di tanah polisi dan TNI. Karena kami ingin menumpang buat titip korban kekerasan," kata Ahok.

Ahok ke Anies: Kalau mau pulangin saya boleh lah, tunggu lebaran beliin tiket.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan mengajak warga untuk sama-sama menyelamatkan Jakarta dari kepemimpinan Pemprov DKI saat ini. Apalagi, kata Anies, saat ini nilai rapor kinerja Pemprov DKI Jakarta merah.

"Dengan rapor merah itu kita ganti saja. Jadi beliau (petahana) kita siapkan untuk kembali ke kampung halaman, dan Jakarta dibebaskan dari kotak-kotak," tutup Anies

Basuki Tjahaja Purnama hanya tertawa saat mengetahui pesaingnya Anies Baswedan ingin mempersiapkannya untuk pulang ke kampung halaman.

Ahok mengatakan bahwa semenjak awal dirinya telah memiliki KTP DKI bukan Bangka Belitung Timur sehingga banyak orang yang keliru jika dirinya besar di Belitung, padahal sebenarnya tumbuh di Jakarta.

"Cuma saya memang lahir di Belitung benar. Kalau mau pulangin saya boleh lah, tunggu lebaran beliin tiket boleh lah. Egh tapi nanti dikira gratifikasi lagi," kelakarnya.

Saturday, February 11, 2017

Serah Terima Jabatan Gubernur, Ahok kembali Pimpin DKI Jakarta

Serah Terima Jabatan Gubernur, Ahok kembali Pimpin DKI Jakarta


SBB - Serah terima jabatan gubernur, Ahok kembali pimpin DKI Jakarta. Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat resmi kembali aktif menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah cuti selama masa kampanye Pilgub DKI.


Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono saat melakukan serah terima jabatan dengan Gubernur defenitif DKI, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017. Dalam serah terima nota singkat tersebut, Basuki Tjahja Purnama dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat resmi kembali aktif menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah sempat cuti selama masa kampanye Pilgub DKI.


Plt, Gubernur DKI, Soni Sumarsono dan GUbernur definitif DKI, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) berjabatan tangan usai melakukan serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur definitif DKI, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat tampat tersenyum saat berfoto bersama usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono dan Gubernur Definitif DKI, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) yang didampingi oleh istrinya tampak tengah berbincang saat menghindari acara serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur definitf DKI, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ), memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur definitif DKI, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Plt. Gubernur DKI, Soni Sumarsono memberikan keterangan di hadapan pers usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur definitif DKI, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) berfoto bersama usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Sejumlah hadirin memberikan selamat kepada Ahok usai resmi kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.


Gubernur definitf DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) berfoto bersama usai serah terima jabatan di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017.

Thursday, February 9, 2017

Bawaslu Sayangkan Jika Pilkada Serentak Hanya Bertemu di DKI Saja


SBB - Pilkada serentak 15 Februari mendatang dinilai hanya bertumpu pada Pilkada DKI Jakarta. Anggota tim asistensi Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ), Abdul Ghofur menyayangkan hal tersebut.

Padahal menurut Ghofur ada beberapa daerah yang menarik untuk diperhatikan mulai dari menurunnya tingkat kekerasan dalam Pilkada, seperti yang terjadi di Aceh, Papua, Papua Barat.

"Saya kira ini isu menarik untuk didiskusikan. Saya berharap, daerah-daerah di Aceh, Papua, dan Papua Barat mendapatkan perhatian dari sisi konfil," kata Ghofur di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis 9 Februari 2017.

Menurutnya tingkat kekerasan Pilkada di tahun ini meningkat lantaran beberapa waktu lalu mendapat laporan adanya penembakan mobil terhadap satu kandidat calon kepala daerah di Aceh yang diduga dilakukan oleh lawan pasangan calon lainnya.

"Sempat terjadi penembakan terhadap mobil pasangan calon tertentu dan diduga dilakukan oleh pasangan calon tertentu juga,"

Senebtara di Tolikara, Papua, Ghofur mengatakan 29 orang meninggal saat Pilkada tahun 2012 lalu. Tewasnya 29 orang itu setelah didahului perang antar pendukung pasangan calon.

"Antar pasangan calon pendukung perang gitu dan ini menurut catatan kami ada rivalitas antara pasangan dua calon." ungkapny.

Sunday, February 5, 2017

Agus Yudhoyono Bantah Kumpulkan RT dan RW di Sentul


SBB - Minggu (5/1/2017) siang, sebelum menggelar Basket Bersama AHY di Gor Pertamina, Jakarta Selatan,  Agus Yudhoyono menghadiri acara internal terlebih dulu.

Namun ia membantah kalau pertemuan tersebut dihadiri para ketua RT dan RW.

Agus menjelaskan RT RW yang dimaksud itu adalah singkatan dari nama forum komunikasi Rakyat Tangguh Republik Wibawa

"Ya, singkatan nya tau? Forum RT RW itu apa? Itu adalah forum komunikasi ya. Rakyat Tangguh Republik Wibawa," ucap Agus Yudhoyono di Gor Pertamina, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2017).

Pasangan calon gubernur Sylviana Murni menambahkan kalau sepuluh ribu orang yang hadir di acara yang diselenggarakan di kawasan Sentul itu adalah relawan dan simpatisan.

"Intinya adalalah mereka juga menjadi relawan dan simpatisan Agus-Sylvi. Ada 10ribu tadi kota kumpulkan di Sentul," ucap Agus Yudhoyono.

Rencananya Forum Komunikasi RT RW itu akan diadakan lagi sebelum waktu kampanye usai.
"Dan nanti akan ada lagi tunggu saja kejutan lainnya," lanjut Agus Yudhoyono.

Friday, February 3, 2017

Pengacara Sebut Firza Husein Disuruh Polisi Ngaku Chat Dengan Rizieq

SBB - Kuasa Hukum Firza Husein, Azis Zanuar mengatakan kliennya sempat diintimidasi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Menurutnya, Firza disuruh mengakui kalau chat tak senonoh dengan orang diduga Ketua Front Pembela Islam (FPI) adalah benar.

"Yang bersangkutan disuruh mengakui, ditekan, disuruh mengakui tentang berita-berita yang menjadi viral itu. Padahal itu berita tidak pernah ada," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 3 Februari 2017.

Selain itu, kata Azis, setiap pertanyaan selalu tak nyambung dan dikait-kaitkan dengan kasus makar.

"Kita keberatan, karena ini kan soal makar. Tetapi sebagian pertanyaan untuk menekan yang bersangkutan untuk mengakui dengan apa yang beredar di viral itu. Sama polisi. Ditanya dan diminta untuk mengakui," katanya.

Sehingga, lanjutnya, apa yang ditanyai oleh penyidik terhadap kliennya membuat seolah-olah tak terfokus dan seakan-akan dipaksakan.

"Iya kita pertanyakan dong, ini motifnya apa. Kalau makar kok dari 20 pertanyaan, 9 nya itu berkaitan dengan HRS (Habib Rizieq Shihab), terkait berita di viral, terkait dengan handphone, komunikasi dengan HRS. Ini enggak ada hubungannya kan. Terus ada intimidasi dan tekanan dari pihak kepolisian untuk mengaku video di viral itu atau diproses," pungkasnya.

Wednesday, February 1, 2017

Agus Yudhoyono : Saya Tak Pernah Ajak Pak SBY Turun ke Lapangan


SBB - Calon gubernur DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono kembali bicara soal kemungkinan Ketum PD Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk ikut mengampanyekannya. Agus mengaku menyerahkan keputusan itu kepada yang bersangkutan.

"Pak SBY (ikut gerilya)? Saya menyerahkan itu semua kepada Pak SBY," ucap Agus di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu 1 Februari 2017.

Hal tersebut dijelaskan Agus saat ditanya wartawan soal kemungkinan SBY yang juga ayahya 'turun gunung' mengampanyekannya. Seperti diketahui, Ketum Gerindra Prabowo Subianto sudah turun mengampanyekan pasangan Anies-Sandi. Bahkan cawagub nomor 2 Djarot Saiful Hidayat menyebut Megawati Soekarnoputri diagendakan akan berkampanye.

Meski demikian, Agus mengaku tidak pernah mengajak SBY untuk turun ke lapangan. Dia akan menghargai apapun keputusan yang diambil SBY, apakah akan ikut gerilya atau tidak.

"Saya tidak pernah mengajak beliau untuk turun ke lapangan. Saya sangat menghargai segala sikap pandangan politik beliau tapi tentunya kami setiap saat berkomunikasi," paparnya.

Kembali, Agus menegaskan kehadiran SBY di lapangan bukan sebuah perkara baginya. SBY dianggap Agus selalu menemani dirinya gerilya dari dalam hati.

"Bagi saya sekali lagi bukan urusan (SBY) hadir di lapangan atau tidak, secara fisik di lapangan atau tidak tapi kehadiran beliau sebagai mentor saya. Setiap saat (SBY) memberikan masukan-masukan, bertukar pikiran dan yang paling penting doanya dong, pastinya begitu," tutupnya.

Merasa Disadap, SBY Minta Jokowi Beri Penjelasan


SBB - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Jokowi memberi penjelasan soal dugaan dirinya disadap. Ketum Partai Demokrat itu semakin yakin dirinya disadap setelah namanya disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama kemarin.

Dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa 31 Januari 2017 kemarin, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kuasa hukumnya menanyakan soal percakapan Ketua MUI Ma'ruf Amin dengan SBY. Hal ini membuat SBY mengambil kesimpulan bahwa dirinya disadap. 

"Kalau institusi negara, Polri, BIN, menurut saya, negara bertanggung jawab. Saya berharap berkenan Pak Presiden Jokowi menjelaskan dari mana transkrip penyadapan itu siapa yang bertanggung jawab. Kita hanya mencari kebenaran. Ini negara kita sendiri, bukan negara orang lain, bagus kalau kita bisa menyelesaikannya dengan baik, adil, dan bertanggung jawab," kata SBY dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu 1 Februari 2017.

SBY menilai penyadapan politik itu sebagai kejahatan. Ia berharap siapa pun yang menyadap diusut oleh penegak hukum.

"Kesimpulan yang ingin saya sampaikan adalah dengan penjelasan saya ini berangkat dari pernyataan pihak Pak Ahok yang memegang bukti atau transkrip atau apa pun yang menyangkut percakapan antara saya dengan Pak Ma'ruf Amin itu adalah sebuah kejahatan karena itu penyadapan ilegal," kata SBY.

SBY menuturkan bola saat ini ada di tangan penegak hukum. Karena hal ini diatur di UU ITE, bukan sebagai delik aduan, penegak hukum tak memerlukan laporan dari SBY.

"Saya hanya mohon hukum ditegakkan. Bola sekarang bukan di saya, di Pak Ma'ruf Amin, bola bukan di Pak Ahok dan pengacaranya. Bola di tangan Polri, kejaksaan, dan penegak hukum lain. Dan kalau yang menyadap institusi negara bola di tangan Presiden," kata SBY.

SBY berharap keadilan ditegakkan. SBY merasa haknya sebagai warga negara yang dilindungi konstitusi diinjak-injak. Dia mengajak semua pihak tidak mengeluarkan informasi hoax semacam ini lagi.

"Daripada main di media sosial saling mengeluarkan hoax, kita begini saja disaksikan seluruh rakyat Indonesia. Bung Karno mengatakan ini dadaku, mana dadamu. Artinya, ayolah supaya tidak mudah kita saling memfitnah, tidak mudah kita saling menjatuhkan," tegasnya.

Bertemu Dengan Ahok, Oesman Sapta : Cuma Ketawa-Ketawa Saja


SBB - Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) dan Ketum Hanura sekaligus Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) mengadakan pertemuan tertutup di rumah dinas OSO di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan. Keduanya bertemu sekitar 45 menit.

Menurut OSO, dalam pertemuan yang digelar secara tertutup tersebut, keduanya hanya membicarakan masa lalu mereka. Tidak ada pembicaraan khusus, lanjut OSO.

"Cuma ketawa-tawa dan membicarakan masa lalu," kata OSO seusai pertemuan, Rabu 1 Februari 2017.

Sementara Ahok lebih memilih bungkam. Sesekali Ahok tertawa bersama dengan OSO.

Sebelumnya, Ahok datang ke rumah dinas OSO sekitar pukul 16.30 WIB. Dia datang dengan mengenakan kemeja berwarna biru. Kedatangan Ahok disambut oleh Ketua DPD Hanura DKI, Mohamad "Ongen" Sangaji.

"Kita tetap mendukung apa yang sudah dipilih oleh DPD (Hanura DKI). Harus jaga komunikasi dengan cagub terpilih ini dengan hanura. Jadi ini saya percayakan ke DPD untuk terus mengawal. Kalau perlu, DPP akan turun setiap saat. Ini anak bandel saya suka. Kalo nggak bandel-bandel dikit nggak seru. Saya suka dia, gayanya saya suka apa adanya, aneh tapi nyata," ujar OSO pada Ahok.

"Ini menggambarkan mudanya Ketum kaya apa," canda Ahok.

OSO mengatakan bahwa Ahok adalah juniornya karena memiliki karakter yang sama. Ahok pun mengatakan bahwa keduanya bisa berkelahi karena kesamaan karakter tersebut.

"Ini konsistensi dari Hanura yang telah memilih Ahok sebagai calon gubernur," tutup OSO.

Friday, January 27, 2017

Anies Singgung Soal IPM, Ahok : DKI Dapat 4 Penghargaan Bappenas


SBB - Cagub DKI nomor urut 3 Anies Baswedan 'menyerang' cagub DKI nomor urut 2 Basuki T Purnama (Ahok) saat debat kandidat cagub-cawagub DKI terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta. Ahok melakukan pembelaan soal IPM yang selalu dia 'banggakan'. Ahok mengatakan IPM Jakarta sudah menghasilkan empat penghargaan dari Bappenas.

"Faktanya kan DKI menerima empat penghargaan dari Bappenas. Dari perencanaan terbaik, inovatif, termasuk pencapaian Mininum Development Goal. Itu yang penting," kata Ahok seusai debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Januari 2017.

"Ya sudahlah debat kan bisa saja bangun opini. Kalau beliau bangun opini, saya nggak mau terlalu bingungin lagi lah," lanjutnya.

Cagub petahana tersebut juga mengatakan bahwa untuk menaikkan IPM Jakarta merupakan pekerjaan sulit. Alasannya karena orang terus berdatangan ke Jakarta. Ahok juga menyarankan masyarakat untuk melihat apa saja yang sudah dikerjakannya bersama cawagub Djarot Saiful Hidayat di dunia maya.

"Justru Jakarta lebih susah, karena orang miskin kan datang terus. Saya kira masyarakat cerdas kok bisa cari di media sosial di Google. Semua data yang kami bicarakan bisa dilihat dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, pada saat debat berlangsung Anies mengatakan bahwa tingginya IPM di Jakarta bukanlah hal yang aneh. Karena Jakarta adalah ibu kota negara. 

"Yang selalu dibanggakan Indeks Pembangunan Manusia, IPM. Ya nggak aneh, karena Jakarta ibu kota. Yang aneh adalah pertumbuhannya paling lambat. Yang penting itu tumbuh atau tidak," kata Anies.

Anies lantas mengkritik pernyataan Ahok yang menyatakan reklamasi merupakan 'warisan' era Pak Harto. Menurut Anies, tidak semua hal di masa lalu harus dilanjutkan.

"Kalau bicara masa lalu, korupsi kan dari masa lalu. Apa semua masa lalu harus diteruskan," kata Anies

Posted By -Cmg

Kocak !!! Inilah Meme Ahok Pisahkan Sylvi dan Anies


SBB - Gaya kocak Basuki Cahaya Purnama (Ahok) saat memisahkan interaksi antara Sylviana Murni dan Anies Baswedan saat debat Calon Gubernur (Cagub) DKI menarik perhatian netizen, yang dengan kreatif menyulapnya menjadi meme.

Gaya Ahok yang merentangkan kedua tangannya untuk memisahkan Sylvi dan Anies itu disamakan dengan gaya Chris Pratt di film Jurassic World saat menjinakkan kawanan Velociraptor.

Ada juga yang menyelipkan gambar Ahok yang sedang merentangkan tangannya itu ke poster film La La Land. Dalam gambar tersebut, Ahok seperti sedang menari bersama Ryan Gosling dan Emma Stone, dua pemeran utama film tersebut.

Gaya kocak ahok ini muncul setelah cawagub DKI nomor urut 1 Sylviana Murni akan menyampaikan pertanyaan kepada paslon nomor 3. Saat itu di Bhirawa Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017), Sylvi berbicara soal RT RW. Sylvi rencananya akan bertanya kepada Anies. 

"Ternyata 98 persen dari seribu tersebut keterlibatan masyarakat terhadap penyusunan RT RW ini tidak dilibatkan. berarti masyarakat tidak terlibat tentang renana tata ruang wilayah tersebut. Bahkan ada Pergub tentang tata ruang," kata Sylvi. 

Saat tengah menyampaikan pandangannya, waktu untuk menyampaikan pertanyaan habis. Lantas, moderator Tina Talisa menyetop Sylvi. "Waktu habis, paslon 1 waktu habis," ujar Tina. Anies lantas tampak tertawa. Kemudian dia menghampiri Sylvi untuk mendengar kelanjutan pertanyaan Sylvi.

Pasangan calon nomor 2 Ahok-Djarot tak tinggal diam. Djarot berdiri untuk menghentikan interaksi keduanya. Gaya lain ditunjukkan Ahok. Dengan sigap, dia merentangkan kedua tangannya untuk memisahkan Anies dan Sylvi.

Suasana yang semestinya kondusif menjadi riuh. Tawa dari pendukung nomor 2 dan 3 mendominasi di ruangan. 


Posted By -Cmg

Polisi Halau Pendukung Paslon Yang Halangi Jalan Usai Debat


SBB - Debat ronde kedua cagub-cawagub DKI Jakarta berakhir. Massa pendukung masing-masing pasangan calon (Paslon) mulai bergerak meninggalkan lokasi.

Pantauan detikcom, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Januari 2017 massa pendukung mulai meninggalkan lokasi pukul 22.30 WIB. Polisi terus mengimbau massa pendukung untuk membubarkan diri.

"Sudah tahu di sini hotel, banyak pengunjung. Saya harap semuanya tenang, tidak ada yang menggunakan alat, tidak ada yang menghalangi jalan, silakan bubar," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan di lokasi.

Kerumunan massa yang masih di lokasi memenuhi jalan dan sempat menutup akses keluar kendaraan. Meski sudah membentuk pagar betis polisi masih kewalahan mengatur massa pendukung yang masih berkerumun di lokasi.

"Saudara ribut yang lain mengganggu atau kami menggunakan kewenangan kami untuk membubarkan," tegas dia.

Debat kedua ini mengangkat tema 'Reformasi Birokrasi dan Penataan Kawasan Perkotaan' dengan moderator Tina Talisa dan Eko Prasojo. Durasi debat akan diperpanjang, dari yang awalnya 90 menit menjadi 120 menit. Debat kini dimulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB dan dibagi menjadi enam sesi. 

Posted By -Cmg

Puas Di Debat Kedua, Anies : Prioritas Tersampaikan



SekarangBaruBerita - Cagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan merasa puas dengan hasil debat kedua Cagub-Cawagub di Hotel Bidakara malam ini. Program prioritas dari Anies-Sandi tersampaikan semuanya.

"Alhamdulillah kita puas dengan debat malam hari ini, hal-hal yang menjadi prioritas kita, kita bisa sampaikan," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Januari 2017.

Anies juga merasa puas dengan pertanyaan yang diberikan panelis debat. Seluruh pertanyaan tersebut dapat dijawabnya dengan memaparkan pendekatan yang berbeda.

"Dan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan juga Alhamdulillah kita bisa memaparkan pendekatan-pendekatan yang berbeda," imbuhnya.

Pelayanan publik paling mendasar bagi warga Jakarta adalah adanya produktifitas warga dengan lapangan kerja dan pendidikan. Hal ini yang dimaksudkannya disampaikan dengan pendekatan berbeda.

"Misalnya soal pelayanan publik, kami memandang pelayanan publik bukan semata-mata soal HP, atau perizinan. Tapi pelayanan publik yang paling mendasar bagi warga Jakarta memastikan setiap keluarga memiliki produktifitas, punya pekerjaan, punya usaha," jelasnya.

Melayani publik dengan baik dikatakan Anies bukan hanya memberi pelayan kepada warga di kantor pemerintahan. Yang terpenting bagi warga Jakarta adalah adalah mendapatkan kesejahteraan dengan.

"Yang kedua adalah pelayanan publik di bidang pendidikan, yang itu menjadi prioritas kita. Jadi melayani publik itu bukan semata-mata menunggu publik hadir di kantor pemerintahan. Tapi memastikan semua warga Jakarta bisa merasakan kesejahteraan, merasakan akses yang adil pada pekerjaan dan pada pendidikan," pungkasnya.

Posted by -Cmg