Agen Casino Online Terpercaya
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Monday, October 9, 2017

Takut Pajak, 81 WNI Transfer Rp 18,9 T dari Inggris ke Singapura


Sub News Update -Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan memastikan, dana transferan milik 81 WNI dari Guernsey di Inggris didasari oleh beberapa faktor.

"Dari keterangan laporan analisis PPATK mereka sebut bukan menghindar, tapi takut dengan pajak. Data di Jersey dan Guernsey kan akan dilaporkan reporting standart, nah itu mereka takut," kata Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Ken mengatakan, Ditjen Pajak telah mendapat laporan terkait pemilik dana tersebut sejak dua bulan lalu dari PPATK. Dari laporan tersebut, sebanyak 62 orang sudah mengikuti tax amnesty, dan sisanya masih dalam pendalaman.

Lanjut Ken, dari data yang sudah dimiliki Ditjen Pajak akan melakukan pendalaman dengan data mulai dari data tax amnesty, hingga SPT dari para pemilik.

"Kami telitinya tidak hanya yang ikut TA tapi SPT 2016 juga kami periksa. Dari ikut TA dan sebelumnya kami cek," jelas dia.

Jika dalam pencocokan data terdapat yang melanggar, dan sisa dari 62 yang belum ikut tax amnesty, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 18 UU Tax Amensty dan PP Nomor 36 Tahun 2017.

"Sesuai ketentuan perundang-undangan, macam-macam bisa sampai kepenyidikan, kalau untuk sanksi yang lain saya tidak berhak jawab, saya hanya pidana perpajakan, pidana lain bukan wewenang saya," ungkap dia.

Dia mengakui, aliran dana transfer yang dilakukan oleh Bank Standard Chartered ini memiliki potensi menjadi peneeimaan pajak, namun dirinya enggan menyebutkan lantaran masih dalam tahap pendalaman.

Tidak hanya itu, hingga saat ini yang melakukan transfer dana besar hanya dilakukan oleh Bank Standard Chartered, dipastikan setelah implementasi Automatic Exchange of Information (AEoI) pada 2018, akan banyak bank yang melakukan.

Lanjut Ken, 81 WNI ini juga dianggap sebagai wajib pajak (WP) yang patuh lantaran seluruhnya memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Dia berjanji, dalam waktu yang tidak lama juga pendalaman data 81 WNI ini diselesaikan.

"Belum dihitung (potensi). Masih kami bandingkan , kan masih ada transfer ikut TA, ada yang belum, akhir bulan kami minta selesai, ini saja separuh selesai," tutup dia

Heboh Uang Rp 18,9 T yang Ditransfer ke Singapura Milik 81 WNI


Sub News Update Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak buka suara soal transfer uang US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 18,9 triliun (kurs Rp 13.500/US$) dari Guernsey (Inggris) ke Singapura oleh nasabah warga negara Indonesia (WNI). Menurut Ditjen Pajak, dana sebesar itu bukanlah milik satu nasabah WNI, melainkan puluhan nasabah Indonesia.

Data tersebut diperoleh Ditjen Pajak dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Dalam data dimaksud, terdapat 81 WNI dengan nilai data kurang lebih US$ 1,4 miliar. Jadi bukan satu orang ya," terang Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Senin (9/10/2017).

Ken menjelaskan, informasi yang disampaikan juga untuk meluruskan terkait dengan informasi yang telah beredar dan penjelasan ini sesuai dengan kewenangan pajak yang berdasarkan Pasal 34 UU KUP dan Pasal 21 UU Nomor 11 tentang Tax Amensty.

Dari total 81 orang yang diidentifikasi pemilik dana Rp 18,9 triliun ini, menurut Ken, sebanyak 62 orang sudah mengikuti tax amnesty. Sedangkan sisanya masih dalam pendalaman.

"Saat ini sedang di dalami data itu dan koordinasi dengan PPATK. Semua sudah kami lakukan sejak 2 bulan lalu, mendalami, sinkronisasi. Kami cocokan dengan SPT dan LHA (Laporan Hasil Analisis)," kata Ken.

Friday, October 6, 2017

Panglima TNI Sebut Tindakan soal Senjata SAGL Sesuai UU

Image result for panglima tni

Sub News Update - Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan semua tindakan yang diambil terkait pembelian senjata Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) sesuai dengan UU. Ia pun akan mematuhinya walau pada akhirnya senjata itu bisa diambil Kepolisian RI.

"Semua yang saya lakukan sesuai UU. Nggak mungkin saya melanggar UU, saya akan kena, kan begitu. Jadi, apa pun ada kebijakan-kebijakan, asalkan itu UU atau aturan dari pemerintah, pasti saya patuhi," kata Gatot seusai kegiatan kajian di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/10/2017).

Jenderal bintang empat itu pun memastikan urusan senjata SAGL kini sudah selesai. Kesimpulannya, seperti yang disampaikan Menko Polhukam Wiranto siang tadi.

"Yang tadi rapat, kesimpulannya disampaikan sama Menko Polhukam," terang Gatot.

Komisi I DPR menyatakan akan menggelar rapat terkait polemik soal senjata yang belakangan tengah ramai diperbincangkan. Gatot memastikan akan hadir bila mendapat undangan terkait hal ini.

"Belum ada, belum ada panggilan. Saya sebagai Panglima TNI, Komisi I panggil, DPR panggil, saya harus hadir," tegas dia.

Seperti diketahui, siang tadi Wiranto menyampaikan bahwa senjata SAGL yang dipesan Korps Brimob sudah bisa dikeluarkan dari area kargo Unex Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Senjata itu bisa diambil dengan catatan amunisi yang tajam dititipkan ke Mabes TNI.

"(Amunisi) tajam ini titip ke Mabes TNI. Setiap saat dibutuhkan, ada proses untuk itu," kata Wiranto di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/10). 

Aksi Warga Duri Pulo Bubar, Penutupan Lintasan KA Dilanjutkan

Aksi Warga Duri Pulo Bubar, Penutupan Lintasan KA Dilanjutkan
Sub News Update - Petugas kepolisian dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat berhasil bernegosiasi dengan warga Duri Pulo, Gambir, yang menolak penutupan perlintasan kereta api di Jl KH Hasyim Ashari. Disepakati jalan tidak akan ditutup sepenuhnya.

"Jadi setelah bernegosiasi disepakati untuk ditutup kembali di kedua arahnya. Hanya saja permintaan warga tetap diberikan akses motor untuk lewat," kata Kasudin Perhubungan Jakpus Harlem Simanjuntak di lokasi, Sabtu (7/10/2017) dini hari.

Harlem menjelaskan sosialisasi soal penutupan perlintasan sebidang ini kepada warga telah dilakukan selama satu bulan terakhir. Hanya saja warga tetap menolak hingga melakukan aksi.

"Ini sudah yang kedua kalinya warga menolak. Warga juga sudah sepakat yang ditutup jalan sebelah barat dan timur saja," sebut Harlem.

Pantauan di lokasi, petugas Dishub telah memasang pagar beton di kolong Jl KH Hasyim Ashari arah ITC Roxy Mas menuju Grogol dan arah sebaliknya. Warga yang menyaksikan proses pemasangan pagar beton itu hanya meminta untuk tetap diberikan akses jalan bagi motor.

"Ya.. Sudah setop di situ saja, buat motor gedein dikit, gerobak biar bisa lewat," kata warga yang menonton pemasangan beton penutup di perlintasan rel itu.

Monday, September 25, 2017

Dua Mobil Kabur Saat Polisi Amankan Pikap yang Bawa 119 Paket Ganja

Dua Mobil Kabur Saat Polisi Amankan Pikap yang Bawa 119 Paket Ganja

Sub News Update - Dua mobil APV kabur saat polisi mengamankan sebuah mobil pikap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Mobil pikap yang diamankan itu membawa 119 paket atau bal ganja. 

"Ada satu pikap berisi ganja, kemudian ada dua mobil APV tapi yang APV ini kabur," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan kepada Sub News Update, Senin (25/9/2017). 
Dua Mobil Kabur Saat Polisi Amankan Pikap yang Bawa 119 Paket Ganja


Belum diketahui keberadaan mobil yang kabur tersebut, tapi mobil pikap yang membawa 119 paket ganja telah diamankan di Mapolda Metro Jaya. Saat ini polisi masih memeriksa sopir pikap itu. 

Sebelumnya mobil pikap bernopol B-9450-ZAC diamankan di dekat Rumah Sakit Gigi dan Mulut Ladokgi RE Martadinata, Jalan Farmasi, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Mobil dari arah Lakdogi atau Bendungan Hilir ke Senayan lewat flyover Senayan," tutur Suwondo.

Sunday, September 24, 2017

Danjen Kopassus: Tes Psikologi Membuat Prajurit Komando Berbeda


Sub News Update - Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menutup pendidikan prajurit Komando Angkatan 101 di Pantai Permisan Cilacap, Nusakambangan. Madsuni menilai tes psikologi membuat prajurit komando berbeda dengan satuan lainnya.

"Yang membedakan kalian dengan satuan lain adalah tes psikologi. Hari ini terbukti kalian mampu bertahan di bawah tekanan dan penderitaan dalam situasi apapun. Kondisi ini mewujudkan prajurit Komando yang memiliki sikap mental seorang prajurit sejati yang memiliki militansi yang tinggi, tahan uji dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apapun," ujar Madsuni dalam sambutannya di pantai Permisan Cilacap, Nusakambangan, Jawa Tengah Sabtu (23/9) lalu.

Pendidikan yang ditempuh selama 7 bulan ini melalui seluruh rangkaian pendidikan Komando, mulai dari tahap Basis di Batujajar, tahap Gunung–Hutan di Situlembang dan tahap Rawa Laut di Cilacap, dengan materi kemampuan menembak, fisik, beladiri, penggunaan senjata tradisionil hingga pendekatan kepada masyarakat.

Madsuni menyampaikan bahwa untuk menjadi prajurit Komando tidaklah mudah, karena sangat beratnya latihan yang harus dijalani oleh setiap siswa Komando. Ciri khas Kopassus dalam pembentukan prajurit Komando adalah kebersamaan dengan melepas pangkat dan jabatan.

Kebersamaan inilah yang melahirkan jiwa korsa yang tinggi yang akhirnya menjadi modal utama dalam melaksanakan tugas sebagai abdi Negara. Kualifikasi yang telah dicapai belumlah cukup untuk menjadi prajurit yang mahir dan handal. 

"Karena masih banyak lagi kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki sebagai pelengkap pasukan khusus. Untuk itu, jangan berpuas diri, tetap pelihara dan tingkatkan kemampuan melalui budaya belajar dan berlatih serta terus mengikuti dinamika perkembangan situasi di era globalisasi saat ini," imbuhnya.

"Dari 261 peserta yang mengikuti pendidikan, 215 peserta dinyatakan lulus dan 46 peserta lainnya dinyatakan tidak bisa mengikuti pendidikan karena kesehatan, mental, dan akademik. Upacara penutupan pendidikan diakhiri dengan pemasangan baret merah dan brevet Komando kepada prajurit Komando yang baru dilantik. 

Kurir Sabu Antar Provinsi Dibekuk di Medan, 3 Kilogram Sabu Disita


Sub News Update -Polisi membekuk dua orang kurir sabu antarprovinsi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita 3 kilogram sabu.

"Kedua pelaku bernama Doni Safrindi (25) dan Rahmat Suhaimi (24). Keduanya warga Kabupaten Langkat," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting dalam keterangannya, Minggu (24/9/2017).

Ia mengatakan, penindakan tersebut dilakukan pada pukul 10.47 WIB pagi di Jalan Brigjen Katamso, Medan dan Tanjung Morawa. Bermula dari informasi masyarakat, personel kepolisian dari Polsek Medan Kota kemudian melakukan penyelidikan.

"Mendapat informasi dari masyarakat, ada 2 orang membawa narkotika jenis sabu dan selanjutnya tim melakukan penyelidikan," ujar Rina.

Petugas lalu mencurigai dua orang yang diduga membawa sabu. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 3 paket sabu.

"Tim menemukan 3 buah paket seberat 3 kilogram berisi narkotika jenis sabu. Selanjutnya tim melakukan pengembangan ke Tanjung Morawa," jelas Rina.

Kepada petugas, pelaku mengaku sudah mengedarkan narkoba antar provinsi sebanyak 11 kali dari Aceh lewat jalur Medan.

"Pengakuan pelaku sudah mengedarkan narkoba sebanyak 11 kali dari Aceh lewat Medan dan melalui jalur udara Bandara Kualanamu dengan sabu bervariatif, Jambi 6 kali, Makassar 4 kali, dan Surabaya 1 kali. Selain sabu, disita 4 HP, dua tas dan satu unit mobil Daihatsu," tukas Rina.

Kata Panglima Soal Penjelasan Wiranto Tentang Pembelian Senjata BIN

Kata Panglima Soal Penjelasan Wiranto Tentang Pembelian Senjata BIN

Sub News Update -Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku jika penyataan terkait isu penyelundupan 5.000 senjata benar merupakan suara dia. Namun, Gatot menegaskan itu bukanlah pernyataan pers sehingga enggan menanggapinya.

"Saya tidak pernah pers release. Hanya saya menyampaikan ke punarwirawan berikut itu keluar. Sehingga saya tidak menanggapi hal itu. Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya itu benar. Tapi saya tidak pernah pers release maka tidak perlu menanggapi itu," kata Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

Menkopolhukam Wiranto memberi konfirmasi pembelian 500 pucuk senjata merupakan pengadaan Badan Intelijen Nasional (BIN). Menurut Gatot, dia tidak penah berkata ada keterlibatan BIN. Sekali lagi, dia hanya membenarkan ucapannya yang beredar melalui rekaman video.

"Saya nggak pernah ngomong itu, jelas rekaman saya, ada kan itu. Dengarkan saja itu, benar itu omongan saya 1000 persen. Tapi karena saya tidak pers release, saya tidak menanggapi itu," tegas Gatot.

"Tanyakan ke Pak Wiranto," imbuhnya.

Petang tadi Wiranto mengadakan jumpa pers menindaklanjuti berkembangnya isu penyelundupan 5.000 pucuk senjata oleh institusi selain TNI dan Polri. Dalam penyataannya Wiranto menerangkan adanya miskomunikasi. Dia juga mengklarifikasi 500 senjata tersebut merupakan pengadaan BIN untuk kebutuhan sekolah intelijen yang dibeli dari PT Pindad.

Isu mengenai penyelundupan senjata ini bermula dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara internal. Pernyataan Gatot bukan untuk dipublikasikan secara luas. Dalam pernyataanya itu, Gatot mengatakan ada institusi di luar TNI dan Polri yang hendak membeli 5.000 senjata.

Namun, ada akun Twitter yang mengunggah pernyataan Panglima TNI tersebut. Isu itu pun ramai dibicarakan di media sosial. 

Saturday, September 23, 2017

Seorang Anggota TNI Lagi Baring-baring Santai di Teras Rumah Diserang Sekelompok Pemuda

Seorang Anggota TNI Lagi Baring-baring Santai di Teras Rumah Diserang Sekelompok Pemuda

Sub News Update - Sebanyak empat terduga pelaku penganiayaan dua warga Dusun Batulapa, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulsel, ditangkap polisi, Sabtu (23/9/2017).

Mereka adalah Arifuddin bin Baba (23) diduga sebagai pekaku utama, Wandi Agustawil bin Tahir (19), Aswandi bin Manda (23) dan Sulfi Bin Bustan (24).

Keempat pelaku itu menyerang dua korbannya Asrul Bin Ado (18) hingga tewas dan anggota TNI, Prada Rusdioanto (23) menggunakan batang kayu.

Pelaku bernama Arifuddin mengaku tidak mengetahui satu korbannya adalah anggota TNI.
"Saya baru tahu pas pagi kalau itu TNI, kalau Asrul saya dendam pernah dipukul," kata Arifuddin kepada wartawan.

Hal senada disampaikan Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam
"Pengakuan pelaku, dia betul-betul tidak mengetahui kalau salah satu korban adalah anggota TNI," kata Kadarislam.

Olehnya itu, Kapolres Bone langsung membawa keempat pelaku ke Mapolres Bone dari Polsek Cina.
Kedua korban dikeroyok saat sedang terbaring di teras depan rumahnya.

Sopir Grab Korban Pembunuhan Tinggalkan Dua Balita

Sopir Grab Korban Pembunuhan Tinggalkan Dua Balita

Sub News Update - Isak tangis bersahut-sahutan terdengar di rumah mendiang Ridwan Limbong (34), sopir Grab Bike yang tewas ditikami perampok.

Betti Wani Purba (33), isteri Ridwan yang masih belum percaya suaminya tewas tampak mengusap-usap kepala korban yang terbujur kaku di rumah duka Jl Palem IX, Lingkungan X, Kelurahan Helvetia Barat, Kecamatan Helvetia.

Saat ditemui Tribun, Betti yang masih bersuka sesekali mengusap air matanya.

Ia tampak memeluk erat anak keduanya Tania Limbong, yang masih berusia tiga tahun.

"Kami punya dua anak. Satu lagi anak kami yang paling besar namanya Bintang Limbong. Umurnya masih empat tahun," kata Betti menangis tersedu-sedu, Sabtu (23/9/2017).

Betti mengatakan, ia dan suaminya belum lama tinggal di Medan.

Selama ini, Betti dan suaminya merantau ke Kota Batam.

"Dari bulan Mei kemarin kami di Medan. Setelah sampai di Medan, barulah Abang menjadi sopir Grab," kata Betti dengan kedua mata tampak sembab.

Disinggung lebih lanjut mengenai Ridwan, terdiam beberapa saat.
Bibirnya bergetar, dan ia kembali memeluk Tania yang ikut menangis lantaran anak keduanya itu hendak mencium kening ayahnya.
Dari pantauan Tribun, di rumah duka sanak keluarga tampak berdatangan.

Orang-orang yang datang ke rumah duka mengutuk aksi perampokan dan pembunuhan ini.

Sejumlah warga yang ikut melayat juga meminta awak media menyampaikan pada polisi agar segera menangkap para pelakunya. Warga khawatir, aksi serupa bisa terulang kembali.
Sebelumnya, Ridwan tewas saat mengantar penumpang di Jl Juanda.

Ia tewas ditikami empat perampok karena berusaha mempertahankan motornya. 

Reptil Langka 'Buaya Badas Hitam' Hidup di Perairan Sangatta Kaltim

Reptil Langka 'Buaya Badas Hitam' Hidup di Perairan Sangatta Kaltim

Sub News Update -BELUM lama ini, masyarakat Kalimantan Timur dihebohkan adanya adegan nyata buaya muara menerkam mentah-mentah seorang pria yang mengklaim dirinya sebagai pawang reptil buaya.

Aksi buaya mencaplok orang ini terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 39 detik.
Kejadian memilukan tersebut berada di kawasan sungai Muara Jawa Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegera, Kaltim.

Kabar terakhir, nasib pria yang dicaplok mulut buaya itu, garis takdirnya dinyatakan meninggal usia, menjadi korban keganasan liarnya buaya.

Melihat dari segi ilmu biologi reptil, buaya itu terbagi dalam beberapa kelompok, yakni kelompok buaya air tawar dan buaya air payau.

Buaya yang galak di Muara Jawa masuk kategori buaya air payau, yang sering disebut buaya muara.
Hidupnya bisa berada di kondisi perairan yang tawar dan tawar sedikit asin.
Sebenarnya bumi ini bukan hanya disinggahi buaya muara semata. Ada buaya lainnya yang jarang diketahui khalayak umum.

Secara kasat mata, bentuk buaya bisa dibilang bagai "pinang dibelah dua," satu sama lain wujudnya hampir sama.
Perlu diketahui, selain buaya muara ternyata ada juga buaya lainnya yang menempati planet bumi ini, khususnya di Pulau Kalimantan.

Buaya ini adalah buaya badas hitam atau dalam bahas latinnya Crocodylus Siamensis.
Buaya jenis ini hidup di perairan Sangatta, Kutim.  Petugas konservasi di Kota Balikpapan memberi nama dengan sebutan buaya kodok.

Buaya badas hitam menempati habitat di perairan air tawar, tidak bisa hidup di wilayah air payau, apalagi perairan laut yang bergaram tingkat asinnya tinggi.

Dibandingkan dengan populasi buaya muara, jenis buaya badas hitam bisa dibilang masuk kategori sudah mulai jarang ditemukan.

Petugas lapangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kota Balikpapan, Amos Robi Simon, yang sudah berpuluh tahun menyusuri alam liar, blusukan ke wilayah perairan sungai di Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara belum pernah menemukan si buaya badas hitam.

Menurut kajian The Wildlife Conservation Society Indonesia wilayah Kaltim, buaya badas hitam masih bisa ditemukan di daerah perairan sungai Sangatta, atau juga di penangkaran buaya Teritip,  Balikpapan Timur.
Pernah sekitar pada tahun 2015, Amos yang berciri tubuh kurus berkulit gelap mengalami pengalaman pertama kalinya dalam sejarah hidup, menjadi petugas pengendali ekosistem hutan.
Amos pernah dilibatkan dalam melepasliarkan buaya badas hitam.

"Saya dan teman-teman di Balikpapan sering sebut buaya badas hitam dengan nama buaya kodok. Soalnya bentuk fisiknya besar, wajahnya lebar. Mirip sekali seperti kodok," katanya.

Waktu itu, cerita Amos, ada hasil penyelamatan buaya badas hitam di Balikpapan, yang rencananya akan diperjual-belikan sebagai barang dagangan di pasar satwa liar. Upaya penyelundupan buaya badas hitam ini mampu digagalkan.

Setelah berhasil diselamatkan, buaya badas hitam diputuskan untuk dilepaskan ke tempat yang dianggap cocok. Karakteristiknya hidup menetap di perairan tawar, maka pilihan yang pas adalah lokasi Danau Mesangat, Kutai Timur. 

Buaya badas hitam yang dilepasliarkan itu jumlahnya dua ekor dengan jenis kelamin jantan.
"Bentuknya besar. Sudah buaya dewasa, panjangannya saja sampai tiga meter," tutur Amos.

Saat itu, Amos merasa bahagia, bisa melihat secara langsung fisik buaya badas hitam yang masih hidup. Amos berdecak kagum, sebab buaya ini telah diduga rentan punah, sulit ditemukan.
"Kalau lihat buaya muara saya sering. Masih mudah ditemukan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Badan Lingkungan Hidup Kutai Timur pun pernah menyatakan, buaya badas hitam juga bisa ditemukan di Danau Suwi, Kutai Timur.

Mencengangkan lagi, buaya badas hitam yang ada di Danau Suwi ini benar satu-satunya yang tersisa. Tempat lain seperti di negeri Thailand, Vietnam, Kamboja dan Malaysia, sudah tiada.

Friday, September 22, 2017

Saat Tengah Malam Dan Kesempatan Itu Ada Ayahku Setubuhin Diriku


Sub News Update - Sungguh malang nasib ABG usia 16 tahun warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Sejak tahun 2013 dia diperkosa oleh ayahnya sendiri dan baru terungkap sekarang.

Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Jumat (22/9/2017). Arif menjelaskan, tersangka pemerkosaan berinisial RI (59) kini sudah diamankan pihak kepolisian.

"Kasus ini terbongkar setelah korban tak tahan melihat perangai orangtuanya dan melaporkan ke pamannya. Atas pengakuan korban, pamannya akhirnya melaporkan kasus perkosaan itu ke Polsek Peranap," kata Bastari.

Dari pengakuan korban yang masih duduk di SMP itu, terakhir kali bapaknya memperkosa pada 18 September 2017 sekitar pukul 23.00 WIB.

"Korban mengaku saat tidur di kamarnya didatangi bapaknya. Malam itu korban diperkosa," kata Arif.

Setelah kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian, kata Arif, barulah terbongkar bahwa kasus perkosaan ini pertama kalinya dilakukan tersangka RI (59) pada tahun 2013. Korban tidak mengingat lagi kapan persisnya perbuatan biadab itu dilakukan bapaknya.

Korban hanya mengingat, lanjut Arif, bahwa pertama kali terjadi juga dilakukan pada tengah malam. Korban terbangun dari tidurnya dan melihat ada bercak merah di seprai. Awalnya korban bingung siapa gerangan yang sudah melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Tapi malam itu korban keluar dari kamarnya untuk melihat siapa gerangan yang baru masuk ke kamarnya. Korban mengaku kalau melihat bapaknya baru keluar dari kamar mandi," kata Arif.

Mengetahui hal itu, lanjut Arif, korban hanya diam saja. Padahal saat itu, korban statusnya bersekolah jauh dari rumahnya, yakni di Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing. Rupanya kepulangan korban ke rumah orangtuanya justru malapetaka yang didapat.

Perlakuan tidak senonoh lagi-lagi kembali terjadi. Pada tahun 2014, korban pindah sekolah dari Kabupaten Kuansing ke Kabupaten Inhu. Tinggal satu rumah dengan orangtuanya. Lagi-lagi bapaknya tetap melakukan perbuatan bejat tersebut setiap ada kesempatan.

"Setiap kali usai berbuat cabul pada anaknya, tersangka selalu berpesan untuk tidak memberitahukan kepada ibunya," kata Arif.

Tersangka juga selalu menjanjikan kepada korban, lanjut Arif, untuk membelikan HP dan sepatu baru atau barang lainnya yang diinginkan korban. Kelakuan sang bapak terus berlanjut hingga pada akhirnya kasus ini terungkap.

"Tak tahan bertahun-tahun menjadi korban pencabulan, korban akhirnya angkat suara ke bibi dan pamannya. Kasus ini masih diproses lebih lanjut," tutup Arif.

Sulit Padamkan Api di Gunung Salasih, Petugas Andalkan Embun


Sub News Update - Kebakaran lahan ilalang terjadi di Gunung Salasih Blok 49, Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Petugas mengandalkan embun untuk memadamkan api.

Karena medan yang cukup berat dan mobil damkar tidak dapat mencapai ke lokasi, petugas gabungan dari Polsek Paseh, Pawas Polres Bandung, Koramil Paseh, Unit Pol PP kecamatan, Perhutani, BPBD, LMDH, Desa Karang Tunggal dan warga memadamkan api dengan alat seadanya.

"Kami padamkan api menggunakan tongkat, cangkul dan dipukul-pukul. Selain itu kami juga membuat parit supaya api jangan sampai meluas," kata ditemui Sub News Update di Mapolsek Paseh, Jalan Cipaku, Kabupaten Bandung, Sabtu (23/9/2017) dinihari.

Kurniawan berujar, karena mobil damkar sulit mencapai ke lokasi kejadian pihaknya mengandalkan embun yang turun di pagi ini dengan harapan api padam. "Api pasti padam oleh embun karena yang terbakar adalah lahan ilalang," ujarnya.

Kurniawan mengungkapkan, kebakaran lahan tersebut terjadi Jumat (22/9) sekitar Pukul 13.00 WIB. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh buruh (penyadap getah pinus) Amas (50).

"Saksi hanya melihat tiba-tiba asap mengepul berwarna hitam pekat membakar ilalang dan saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Mendapat laporan tersebut kami langsung tinjau ke lokasi," ungkapnya.

Pantauan Sub News Update dari radius 10 kilometer, Sumber Sumber api yang sebelumnya banyak kini sedikit berkurang.

Kurniawan menuturkan, ia bersama petugas gabungan mengaku kesulitan untuk memadamkan api. Pasalnya, pada saat kebakaran terjadi api membakar lahan seluas dua hektra dengan api membentuk lingkaran.

"Karena lokasi kebakarannya miring, jadi api itu tidak meluas kepinggir tapi malah membentuk lingkaran dan itu yang membuat kami kesulitan pasalnya api terus berputar," tuturnya.

Pada kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa. Karena api belum padam, petugas gabungan masih berjaga-jaga di TKP.

"Saya akan tinjau lagi nanti pagi," pungkasnya. 

Pemandu Karaoke di Tangsel Diduga Tewas Usai Temani Tamu


Sub News Update -Seorang pemandu karaoke di sebuah tempat hiburan malam di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, diduga tewas setelah menemani tamu. Belum diketahui penyebab kematian wanita bernama panggilan Echi itu.

Kapolsek Serpong Kompol Deddy Kurniawan membenarkan peristiwa kematian Echi ini. Hanya, Deddy belum bisa memastikan penyebab dan kronologi kematian korban yang mendetil.

"Saya menerima informasi dari wartawan juga, sekitar pukul 01.00 WIB tadi. Kemudian saya meminta Kanit Reskrim mengecek informasi tersebut," ujar Deddy saat dihubungi Sub News Update , Jumat (22/9/2017).

Menurut Deddy, anak buahnya itu telah mengecek informasi hingga ke Rumah Sakit Baiturahman, tetapi wanita yang dimaksud tidak ada. Selanjutnya, anggotanya juga mengecek ke Rumah Sakit Medika.

"Di RS Medika dicek, memang ada perempuan atas nama Echi meninggal sekitar jam empat sore (Kamis, 21 September), dalam kondisi perutnya, menurut dokter, pernah maag sehingga saat itu meninggal," terang Deddy.

Sayangnya, pihak kepolisian juga tidak bisa mengecek kondisi jenazah. Sebab, ketika polisi tiba, jenazah Echi sudah dibawa ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah.

"Untuk memastikan penyebab kematiannya, kita nggak tahu. Karena jenazahnya juga saat itu sudah dibawa ke Kendal," imbuhnya.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, Echi datang sebelum pukul 16.00 WIB, Kamis (21/9) dengan diantar pacarnya dan dua orang temannya, yang salah satunya bernama Nana. Tidak lama setelah di rumah sakit, Echi mengembuskan napas terakhir.

"Korban meninggalnya Kamis sore, sementara kami baru menerima informasi itu dari wartawan sekitar pukul 01.00 WIB tadi," ucapnya.

Deddy membenarkan Echi adalah seorang pemandu karaoke di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Pihaknya juga telah meminta keterangan kepada manajer tempat Echi bekerja.

"Keterangan manajer, dia (Echi) jam 01.00 WIB hari Kamis itu keluar (dari tempat kerjanya). Ditanya sama manajernya, dia ngomong sama manajernya 'mau pulang'. Ditanya (oleh manajer) 'sehat nggak', jawabnya 'sehat'. Terus pulanglah ke apartemennya itu, sama temannya Nana itu," jelasnya.

Polisi juga sudah meminta keterangan kepada Nana, yang juga teman satu kamar Echi di Apartemen Green View. Nana juga memberikan informasi yang senada dengan manajer tempat karaoke.

"Keterangan Nana, Echi ini sakit maag juga. Kalau keluarga belum kita mintai keterangan, karena dia (Echi) kan ngekos di Grand View sama temannya Nana itu, pemandu karaoke juga Nana itu," lanjutnya.

Lebih jauh, Deddy juga belum bisa memastikan tamu terakhir Echi yang disebut-sebut adalah oknum polisi. "Keterangan manajernya, tamunya katanya orang Jakarta. Kalau itu polisi, kita nggak tahu. Manajer CC ngomong-nya hanya orang Jakarta," tuturnya.

Deddy mengaku kesulitan menyelidiki lebih jauh peristiwa ini. Minimnya informasi serta tidak adanya visum korban membuatnya kesulitan.

"Kalau disebut meninggal overdosis karena minum minuman, kita tidak bisa bilang begitu karena tidak ada dasarnya. Kami harus memvisum korban dulu agar tahu penyebab kematiannya, sedangkan jenazahnya sendiri sudah dibawa ke Kendal," tandasnya.

Tuesday, September 19, 2017

Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Aceh Ditangkap


Sub News Update - Polsek Seunudon, Aceh Utara, menangkap FA (19), warga Lhokseumawe karena mencabuli bocah berusia 5 tahun. FA sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

FA berhasil ditangkap pada hari Minggu (17/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Ia ditangkap di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe.

"Dia sempat buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolsek Seunudon, Ipda Riwal Maulidinata dalam keterangannya, Selasa (19/9/2017).

Kejadian itu terjadi pada Jumat (1/9) lalu sekitar pukul 17.00 WIB di sebuah gubuk di belakang rumah korban. FA awalnya memanggil korban ke sebuah gubuk dan memperlihatkan film dewasa kepada korban. Selanjutnya, FA melakukan pelecehan pada korban.

"Setelah kejadian itu, orang tuanya yang sudah mengetahui langsung melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Seunudon pada 3 September 2017," sebut Riwal. 

Warga Ungkap Isi 'Dialog' dengan Buaya yang Mangsa Warga di Riau


Sub News Update - Tuslam (53), warga Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau mengungkapkan isi percakapan antara ia dengan sang buaya yang memangsa Suprianto (46). Ia bercerita kembali berdialog dengan buaya tersebut. 

"Ya awak bilang dalam omongan itu, tapi ya omongan batin gitulah. Karena rasanya kok ada yang mau mengajak awak ngomong. Jadi awak sampaikan aja, tolonglah pulangkan kepala kawan aku itu. Kan persyaratan yang kau minta sudah aku kasih," kata Tuslam dalam perbincangan dengan Sub News Update, Selasa (19/9/2017). 

Kata Tuslam, sang buaya bersedia untuk mengembalikan bagian tubuh Suprianto. Buaya menjanjikan segera memulangkan bagian tubuh tersebut.

Itu sebabnya, pada hari Selasa (19/9), Tuslam kembali mendatangi lokasi semula tempat ditemukannya organ tubuh Suprianto. Sampai di lokasi itu, lagi-lagi Tuslam dan buaya kembali berdialog.

"Awak bilang sama dia (buaya), katanya mau mulangkan, kok belum dipulangkan. Aku sudah nunggu ini," kata Tuslam dalam perbincangan itu.

Masih menurut Tuslam, tak lama atas dialog itu dia berjalan sekitar 7 meter dari lokasi pertama. Ternyata di lokasi itu dia temukan 4 tulung rusuk korban.

"Waktu awak jumpa tulang rusuk itu, awak sampaikan juga, mana kepalanya. Tolonglah pulangkan, kan kasihan dia (Suprianto),"kata Tuslam.

Masih menurut Tuslam, di lokasi itu dia datang sendiri dengan motor. "Dibilangnya ke awak, kalau kepala Suprianto sudah dipulangkan. Cuma katanya kepalanya sudah dipulangkan cuma nggak nampak karena terutup sampah. Tapi sudah awak cari-cari tak ada juga," kata Tuslam.

Malah kata Tuslam, buaya itu mengajaknya untuk berenang agar ditunjukkan lokasi kepala Suprianto. "Awak sudah mau berenang untuk mencari kepala Suprianto. Malah tas, motor, sepatu, awak kumpulkan dan ditaruh di atas motor. Kalaupun nanti awak berenang tak timbul lagi, orang bisa tau kalau awak hilangnya di lokasi ini," kata Tuslam.

Tapi niatan Tuslam untuk berenang bersama buaya itu urung dibatalkan. Ini karena, Tuslam merasa keluarga Suprianto sudah meninggalkan Rohil dan terkesan tidak mencari sampai habis sisa organ tubuhnya.

"Cemanalah ya mau awak bilang, maunya awak berenang mencari kepalanya sama buaya itu. Tapi awak merasa keluarganya saja sudah tak mau mencari sisanya lagi," katanya.

Begitupun, kata Tuslam, dia tetap akan berusaha mencari kepala Suprianto yang belum diketemukan. "Awak masih minta terus sama dia (buaya) supaya dipulangkan (organ kepala)," tutup Tuslam. 

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda Ditangkap, Motifnya Cemburu


Sub News Update - Pelaku pembunuhan terhadap Merlinawati, yang jenazahnya ditemukan membusuk di Jalan Kendangsari, tertangkap. Pelaku adalah kekasih korban. Motifnya adalah cemburu.

"Tersangka atas nama Rendy Fauzi Mifazi. Tersangka adalah kekasih korban," ujar Kapolsek Tenggilis Kompol Eko Sujarwo kepada wartawan, Selasa (19/8/2017).

Eko mengatakan, tersangka melakukan pembunuhan itu karena dibakar api cemburu. Korban yang masih menjadi kekasihnya itu dicurigai telah berpaling ke pria lain. 

Berdasarkan pengakuan tersangka, saat itu tersangka datang ke rumah korban. Tersangka datang dalam keadaan marah. Dia bertambah marah saat korban hanya diam saja saat ditanya tentang hubungan itu.

"Tersangka mengaku tak merencanakan pembunuhan. Dia yang marah langsung mencekik korban dan membenturkan kepala korban. Korban dibawa ke lantai dua dan ditinggal di sana," kata Eko.

Tersangka, kata Eko, mengaku bahwa korban saat itu masih hidup. Dia tidak tahu jika akhirnya perbuatannya membuat kekasihnya itu tewas.

Tersangka yang warga Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo itu berhubungan dengan korban setelah korban bercerai pada 2015 silam. Selama menikah, korban belum dikaruniai anak. Mereka bertemu pertama kali di Pasar Kuliner Sidoarjo. Tersangka sendiri merupakan duda dengan dua anak. 

Monday, September 18, 2017

Polisi Tembak 5 Perampok Sadis di Bekasi


Sub News Update - Lima perampok yang biasa beroperasi di kawasan pabrik industri di Kabupaten Bekasi ditembak polisi. Mereka ditembak karena melawan petugas dengan sajam.

Inisial 5 tersangka yang ditangkap polisi dengan cara ditembak adalah M alias J (35), Jal (30), MW (40), E alias K (34), A alias G (29) dan AA (27). Sedangkan satu tersangka berstatus DPO berinsial Ef (27) masih dalam pengejaran.

"Mereka ini memang dikenal sadis dalam aksinya, bahkan setiap aksinya selalu melumpuhkan korban dengan senjata tajam dan air softgun," kata Kasat Reskrim Kabupaten Bekasi, AKBP Rizal Marito kepada Sub News Update Senin (18/9/2017).

"Mereka melakukan perlawanan, anggota terpaksa melumpuhkan dengan tembakan ke betis dan paha," sambung Rizal.

Dari hasil penyelidikan perampokan di salah satu pabrik kawasan MM 2100, Kamis (17/8) dini hari lalu. Mereka membobol lemari brankas berisi Rp 12 juta milik pabrik dan kamera operasional pabrik.

Olah TKP yang dilakukan mendapati ciri pelaku sebagai pemain lama. Tak perlu waktu lama polisi mengidentifikasi tempat persembunyian kawanan perampok di kawasan Bogor dan Bekasi. 

"Ini komplotan yang berbeda (pencurian motor Ninja 250 cc), mereka memang spesialis pabrik," sambungnya.

Rizal mengatakan dari hasil penggeledahan, anggota menyita sepeda motor Honda Beat B 4876 FKG, air softgun tipe MP 654K, golok dan dua penutup kepala. Keenam pelaku dijerat pasal pencurian dengan kekerasan.

"Keenam pelaku terancaman hukuman di atas 5 tahun," pungkasnya.

Sebelumnya polisi menangkap kawanan perampok bersenjata di sebuah pabrik bijih plastik di Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, enam pelaku juga pernah melakukan perampokan di kawasan industri MM 2100 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

"Modus operandi pelaku mengancam dengan senjata tajam dan airsoft gun yang menyerupai senjata api kepada sekuriti dan karyawan PT Iljin Indonesia," ujar Kapolrestro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra kepada Sub New Update Senin (18/9/2017). 

Stanley Pukuli Istri dan Anaknya Pakai Palu di Serang


Sub News Update -Seorang bapak bernama Stanley yang tinggal di Perumahan Puri Angrek, Kota Serang tega memukul istri dan kedua anaknya menggunakan palu. Anak tertua bernama Marcel yang masih sekolah SD bahkan dilarikan ke RSUD dr. Drajat Prawiranegara. 

"Iya itu KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), jadi bapaknya aniaya istri sama anaknya pakai palu," kata Kapolsek Walantaka AKP Atip Ruhyaman saat dikonfirmasi Sub News Update

melalui sambungan telepon, Kota Serang, Senin (18/9/2017). 

Atip mengatakan, kejadian penganiayaan itu bermula saat pelaku sedang istirahat sore. Kebetulan istri Stanley yang bernama Diah saat itu sedang membenarkan gorden pada Senin (18/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Anak kedua pasangan ini yang bernama April berumur 5 tahun kemudian menangis.

Karena sedang sibuk, si ibu kemudian menyuruh anak tersebut ke bapaknya yang sedang istirahat. Namun bukan mendapatkan pertolongan, si anak menurut Atip malah dipukul menggunakan palu di kening oleh bapaknya. 

"Pas lagi benerin hordeng (gorden) anaknya nangis yang kecil, kata ibunya udah ke bapak kamu, bapaknya lagi tidur terganggu malah diketok sama palu nangis," katanya. 

Karena panik melihat anak yang paling kecilnya diketok palu, suami istri tersebut kemudian cekcok. Kemudian menurut Atip, si suami juga langsung memukul kening istrinya. 

"Diketok lagi kening istrinya sekali, jerit-jerit, anak pertama juga dipukul 3 kali," katanya. 

Anak yang pertama inilah menurut Atip yang saat ini harus mendapatkan perawatan dari RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Menurut Atip, kondisi psikologis dari pelaku memang sedang tidak stabil. Keterangan sementara yang diperoleh, pelaku sedang kesulitan finansial dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. 

Kasus ini kemudian menurut Atip langsung diambil alih oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Serang Kota. "Lebih detailnya ke PPA, karena sudah ditangani oleh Polres Serang Kota," ujarnya.

Perempuan Muda Ditemukan Tewas Membusuk, Diduga Korban Pembunuhan


Sub News Update -Seorang perempuan muda diketahui telah tewas di rumahnya di Jalan Kendangsari III. Diduga mayat itu adalah korban pembunuhan.

Mayat tersebut diketahui adalah mayat Merlinawati. Saat ditemukan, mayat perempuan berusia 24 tahun itu sungguh mengenaskan. Mayatnya telah membusuk.

"Kami mendapat laporan dan menangani kasus tersebut. Tim inafis sudah melakukan identifikasi," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela, Senin (18/9/2017).

Mayat Merlinawati ditemukan pukul 13.00 WIB. Yang menemukan pertama kali adalah Puji, ibu Merlinawati. Puji menemukan mayat anaknya di ruangan gudang di lantai 2 rumahnya. Ruang itu dalam keadaan tertutup. Gagang pintu diikat dari luar menggunakan kain.

Merliana ditemukan sudah membusuk dengan posisi telentang. Diperkirakan Merlinawati sudah tewas selama dua hari sebelum ditemukan.

Leonard sendiri belum bisa memastikan penyebab kematian Merlinawati. Leonard masi menunggu hasil autopsi tim dokter RSU dr Soetomo.

"Dugaan penyebab kematian bisa bermacam-macam, pembunuhan bisa, karena sakit juga bisa," kata Leonard.

Dari informasi yang dihimpun, pada jasad Merlinawati ditemukan bekas cekikan pada leher. Ditemukan juga luka bakar yang diduga merupakan bekas sulutan benda panas

Para tetangga sempat melihat sebuah motor terparkir di depan rumah Merlinawati pada Sabtu (16/9/2017) pagi. Pada siang hari, Merlinawati terlihat turun dari mobil dan masuk rumah. beberapa waktu kemudian, pria tersebut keluar dari rumah Merlinawati dan pergi.