Agen Casino Online Terpercaya

Tuesday, August 22, 2017

BI Yakin AS Tak Bakal Bikin Kejutan, Rupiah Aman


Sub News Update -Bank Indonesia (BI) optimistis tak ada kejutan lagi dari Amerika Serikat (AS), sehingga pasar keuangan menjadi lebih kondusif. Rupiah pun diyakini bisa bergerak stabil.

Kekhawatiran dari AS terkait dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang mampu memicu kenaikan suku bunga acuan lebih cepat. Akan tetapi, seiring dengan komunikasi yang baik antara Federal Reserve (The Fed) dengan investor, maka investor tidak begitu panik.

"Kami sudah peroleh penjelasan pimpinan The Fed, mereka akan sangat komunikasikan itu sehingga tidak ciptakan shock di pasar," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Pada kuartal II-2017, rupiah berhasil menguat sebesar 0,30% secara rata-rata menjadi Rp 13.309/US$. Meskipun sudah ada dua kali kenaikan suku bunga acuan AS.

Penguatan rupiah juga ditopang oleh aliran dana yang masuk ke dalam negeri atau capital inflow sampai dengan 16 Agustus mencapai Rp 130 triliun (year to date/ytd).

Di samping itu, cadangan devisa pada akhir Juli 2017 sebesar US$ 127,8 miliar atau cukup untuk membiayai 9,0 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

"Stabilnya nilai tukar rupiah ditopang oleh aliran dana masuk yang tetap kuat seiring dengan prospek imbal hasil yang positif dan diikuti oleh tetap tingginya pasokan valas korporasi di pasar valas domestik," jelasnya.

"Nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan tetap stabil didukung oleh keseimbangan neraca pembayaran yang terjaga dan pasar valas domestik yang semakin dalam. Bank Indonesia akan terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," papar Agus.

No comments:
Write comments