Agen Casino Online Terpercaya

Thursday, June 1, 2017

5 Mitos Hubungan Seks yang Masih Saja Dipercaya


SNU -Mitos masih mudah ditemui dalam keseharian, termasuk untuk urusan hubungan seksual. Sayangnya, mitos-mitos tersebut masih saya dipercaya dan bahkan dipraktikkan.

Nah, dikutip dari berbagai sumber, berikut ini mitos-mitos seputar hubungan seksual yang masih dipercaya dan dipraktikkan. Apa saja? 

1. Bercinta saat istri haid aman

Beberapa pasangan beranggapan bercinta ketika istri sedang haid aman-aman saja. Padahal, menurut spesialis kandungan dari Max Smart Super Specialty Hospital, dr Anuradha Kapur mengatakan sebetulnya bercinta tidak dianjurkan karena risiko untuk terjadi infeksinya saat menstruasi meningkat tinggi. Hal ini berlaku terutama bila sang pria tidak menggunakan kondom.

Bercinta saat istri haid bisa saja membuat adanya lubrikasi ekstra. Namun, ini juga bisa jadi hal negatif karena mendorong pria melakukan penetrasi yang lebih keras dan berisiko melukai serviks.

"Dari perspektif higienitas ini adalah sesuatu yang tidak bersih dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta infeksi untuk kedua pasangan," ungkap dr Anuradha.

Sementara, pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS mengatakan bercinta tak perlu dilakukan ketika istri sedang haid karena khawatir masih ada pembuluh darah terbuka yang bisa memicu gelembung udara (emboli) saat penetrasi.

"Jika pembuluh darah tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru dan menyebabkan kegagalan fungsi organ tersebut hingga memicu kematian. Emboli ini bila terbawa aliran darah bisa menyumbat pembuluh darah jantung (arteri coronaria), hingga memicu serangan jantung mendadak" kata dr Andri.

2. Tak apa pakai kondom setelah hendak ejakulasi

Apa yang keluar dari batang penis ketika pria terangsang atau bercinta dinamakan cairan pra ejakulasi atau pre-cum. Cairan ini dihasilkan kelenjar vesica seminalis dan berfungsi sebagai pelicin dan penetral lingkungan agar sperma bisa bertahan lebih baik.

dr Andri menuturkan pada cairan tersebut tak ada kandungan sperma di dalamnya. Oleh karena itu secara logika ketika seseorang melakukan foreplay dan cairan tak sengaja masuk ke vagina maka seharusnya tak akan membuat hamil.

"Berbeda dengan proses ejakulasi saat pria mencapai orgasme, yang keluar adalah cairan sperma yang berisi spermatozoa," kata dr Andri.

Namun demikian bila ada sel-sel sperma sisa dari ejakulasi sebelumnya di saluran uretra, maka cairan pre-cum dapat membawa sperma keluar dan memasuki vagina bila situasinya tepat. Saat itu lah kehamilan bisa terjadi.

"Kemungkinan hamil dari cairan pre-cum sangat kecil dibandingkan dari air mani, tetapi kemungkinan tetap ada," ujar organisasi Planned Parenthood.

3. Punya fantasi seks dengan sesama jenis berarti lesbian atau gay

Nancy Friday, penulis buku tentang fantasi wanita 'The Secret Garden' mengatakan seolah umum bagi wanita mempunyai fantasi seks dengan wanita lain. Sementara, jarang sekali pria yang memiliki fantasi seks dengan pria lain.

"Kebanyakan wanita yang berfantasi tentang wanita lain termasuk gay atau biseksual, dia hanya berpikir tentang sesuatu yang tidak berarti Anda homoseksual," tegas Friday.

Sementara, pakar kesehatan seksual dan hubungan, Tracey Cox mengatakan fantasi seks bisa memungkinkan pasangan monogami memiliki kesenangan seks yang baru. Nah, 
fantasi seksual yang beragam bisa memberi solusi agar seseorang tidak bosan dengan kehidupan seksualnya.

Hal terpenting, kata Cox, seseorang bisa tetap menikmati sesi bercinta dengan pasangannya.

4. Ukuran penis pengaruhi kepuasan seksual

Psikoterapis Dr Jed Diamond PhD mengatakan saat orang berbicara tentang ukuran penis, biasanya mereka akan mengacu pada panjang penis. Tapi menurut penelitian yang dilakukan di University of Texas, lebar penis diketahui lebih penting.

"Lebar penis bisa jadi lebih penting karena penis yang lebih lebar bisa memberikan stimulasi pada klitoris dan juga bagian luar vagina yang lebih besar. Ketika ada wanita yang menikmati jika serviksnya distimulasi selama bercinta, maka ukuran bisa menjadi masalah. Untuk sebagian besar wanita, penis berukuran 12-15 cm cukup bisa menjangkau serviks mereka yang membuatnya bergairah," kata Diamond.

Sedangkan, menurut dr Andri ukuran penis bukan satu-satunya hal penting untuk mencapai kenikmatan seksual. Sebab, dikatakan dr Andri dengan penis berukuran kecil sekalipun pria tetap bisa membuat pasangannya puas di ranjang bila kondisi penisnya saat ereksi keras dan tegang.

"Jelasnya, untuk apa memiliki penis berukuran 'jumbo', bila ereksinya tidak keras dan kurang tegang," ujar dr Andri.

5. Wanita butuh foreplay yang sangat lama

Terapis perkawinan dan keluarga, Monica Liesermenekankan bahwa suami perlu memastikan istri sudah mendapat foreplay yang cukup. Artinya, jangan tergesa-gesa melakukan foreplay tapi juga jangan terlalu lama. Ketika istri sudah bergairah dan pelumasan vaginanya sudah optimal, Anda bisa melanjutkan ke sesi berikutnya.

Kadang kala, seks kilat yang notabene memiliki sedikit waktu untuk foreplay juga dilakukan. Untuk mengoptimalkan foreplay, stimulasi di klitoris secara perlahan, seks oral, dan ciuman yang 'panas' bisa memudahkan suami merangsang gairah bercinta istri.

Menurut penulis 'Advanced Sexual Techniques' Linda Banner PhD, sesi bercinta yang ideal menurut wanita terdiri dari 25 menit foreplay sehingga Anda bisa memulai dengan prinsip ini. Nah, ketika istri memberi tahu bahwa dia menikmati apa yang dia lakukan atau yang Anda lakukan terasa baik untuknya, coba tetap lakukan hal itu dulu.

"Mungkin Anda pikir melakukan gerakan lain bisa membuatnya cepat orgasme. Tapi kadang, itu justru memperlambat orgasmenya. Anda juga bisa bertanya pada istri apakah sudah siap menerima rangsangan lainnya," kata Banner.

No comments:
Write comments