Agen Casino Online Terpercaya

Thursday, February 23, 2017

Siswa SMK Garut Korban Pencabulan Didampingi Psikolog


SNU- Pusat pelayanan Terpadu pemberdayaan Perempuan dan anak (P2PTP2A) Garut akan menyiapkan tim psikolog untuk mendampingi para siswa SMK yang diduga menjadi korban pelecehan pembina Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Menurut Ketua P2PTP2A Garut Diah Kurniasari para korban kini mengalami trauma dan dikhawatirkan mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Karenanya para korban itu akan didampingi tim psikolog. "Kasihan mereka, pasti mengalami trauma akibat pelecehan ini," katanya di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kamis (23/2/2017).

Apalagi, kata Diah, ia menerima laporan dari sejumlah korban, bahwa mereka mendapatkan ancaman teror dari orang tidak dikenal. Teror tersebut disampaikan melalui sambungan telepon.

"Iya mereka (korban) mengadu kepada saya ada yang meneror katanya. Korban diancam jangan berani-berani melaporkan lagi tersangka ke polisi," ungkap Diah.

Di tempat yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan, mengatakan pemerintah dalam hal ini P2TP2A, akan terus mendampingi para korban, hingga kasus ini rampung. "Sebagai tindak lanjutnya juga kami akan membentuk badan perlindungan anak, hingga ke tingkat RT," tegasnya.

RG (23), pembina PKS di salahsatu SMK swasta dilaporkan sejumlah siswa karena diduga melakukan pelecehan seksual. RG telah melakukan aksinya sejak 2013. Kepada setiap calon anggota PKS diwajibkan menjalani tes fisik, di mana satu per satu siswa laki-laki dipanggil ke ruangan. Mereka disuruh buka baju dan RG meraba tubuh mereka dan juga alat vitalnya.

Para korban baru berani melapor Senin lalu didampingi (20/2) guru ke polisi. Hari itu juga RG ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dikenakan pasal UU perlindungan anak.

No comments:
Write comments