SBB - Tidak lama lagi Tanah Air akan merayakan pesta demokrasi yakni pelaksanaan Pilkada Serentak.Pilkada serentak sendiri sudah langsung sejak tahun 2015 dimana masing-masing daerah akan memilih sejumlah pasangan calon yang telah menjual diri mereka tiga bulan kebelakang.
Jakarta sebagai ibu kota negara mendapatkan sorotan khusus di tengah eskalasi perpolitikan nasional yang kian memanas. Di antaranya terkait proses persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,Gubernur DKI Jakarta nonaktif.Selain itu,kompetisi menjelang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta juga semakin memanas.
Aliansi Umat Islam Indonesia yang dari semula berkomitmen mengawal kasus Ahok sampai tuntas,kembali merencanakan untuk melakukan aksi damai ke Jakarta pada 11 Febuari 2017 nanti atau disebut dengan Gerakan aksi 112.
Korps Bhayangkara sebagai aparat penegak hukum sudah barang tentu tak mau kecolongan terkait pengamanan.
Atas nama menjaga stabilitas keamanan negara beberapa kepolisian daerah (Polda) mengirim ribuan personel Brigade Mobil (Brimob) ke kota untuk membantu pengamanan jalannya Pilgub DKI
Seperti yang di lakukan pola Sumut yang memberangkatkan 300 personel Brimob ke Jakarta.Mereka diperbantukan ke Polda Metro Jaya untuk pengamanan Pilkada DKI
Ratusan personel Brimob itu dilepas langsung ole Kapolda Sumut,Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel,dan para pejabat utama Polda Sumut di lapangan markas Brimob subden 2 kompi C,Jalan Arteri Bandara Kualanamu ,Tanjung Morawa.Deli Serdang.
"Brimob Polda Sumut kembali mendapat kehormatan untuk memberangkatkan pasukan BKO sebanyak 3 SSK (300 personel) ke Jakarta untuk mem-back up Polda Metro Jaya dalam rangka mengantisipasi konflik sosial di wilayah hukum Polda Metro Jaya mulai dari tanggal 11,12 dan 15 Februari 2017. Ini merupakan sebuah kehormatan," kata Rycko.
Kepada anggotanya, Rycko pun mengingatkan potensi konflik sosial yang akan terjadi. Untuk itu harus segera diantisipasi.
"Hal ini mengandung potensi kerawanan berupa konflik sosial yang harus segera diantisipasi, sesuai dengan Renkon Aman Nusa 2017 dalam rangka mengantisipasi konflik sosial dan menjaga Sitkamtibmas yang aman dan kondusif pada saat masa tenang dan Hari H pilkada DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari 2017, Polda Metro Jaya membutuhkan back up personel Brimob Polri," jelas Rycko.
Selain Polda Sumut, Polda Jateng turut mengirimkan personelnya ke Ibu Kota. Sebanyak 400 personel diberangkatkan
Brimob Polda Jateng 2017 Merdeka.com
"Hari ini kita segera berangkatkan 400 personel atau setara 4 SSK Brimob untuk memback-up personel Polda Metro Jaya yang akan mengamankan Pilkada DKI sejak hari ini sampai besok 15 Februari," tegas Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, saat gelar pasukan di Mako Brimob Jalan Setiabudi, Kawasan Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Condro meminta personel Brimob Polda Jateng agar melakukan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. "Tiap personel harus mampu menjaga kekompakan dengan petugas keamanan lainnya yang berjaga di sana. Yang penting harus jaga etika," himbaunya.
Untuk mengamankan Pilkada DKI, Condro menjelaskan, tiap personel Brimob Polda Jateng akan ditempatkan secara acak (floating) sesuai permintaan Mabes Polri. Pengerahan ratusan Brimob itu juga untuk mengantisipasi rencana demo pada 11 Februari nanti.
Sementara itu, Polda Kalimantan Timur mengirimkan enam satuan setingkat kompi (SSK) satuan Brimob ke Jakarta, Rabu (8/2). Tujuannya pun sama, membantu pengamanan Pilgub DKI dan aksi massa 11 Februari 2017 mendatang.
"Ya, ditugaskan ke Jakarta, sebanyak 6 SSK atau sekitar 670 personel Brimob Polda Kaltim," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Ade Yaya Suryana, saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (7/2).
Ratusan personel Brimob itu diklaim Ade Yaya tidak dibekali senjata.
"Semua Brimob daerah dikonsentrasikan di Jakarta. Semua daerah di Kalimantan Timur yang memiliki markas Brimob, baik itu di Balikpapan, Samarinda dan Tarakan, ditugaskan ke Jakarta. Jadi, Brimob Polda Kalimantan Timur ini dari ketiga daerah itu," tambahnya.
"Ada 2 agenda utama selama di Jakarta. Pertama, situasi Jakarta memerlukan kekuatan lebih banyak. Selain terkait Pilkada, juga aksi unjuk rasa 11 Februari," terang Ade lagi.
Masih dijelaskan Ade, sejauh ini, belum ada agenda lainnya, terkait tugas Brimob daerah, untuk memperkuat pengamanan Jakarta. "Selepas dari tugas itu, Brimob Polda Kalimantan Timur akan melanjutkan tugas ke Gorontalo dan Sulawesi Tengah ya. Jadi, dari Jakarta dibagi ke kedua daerah itu," tandasnya.

No comments:
Write comments