SBB -Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap partisipasi pemilihan naik pada putaran kedua.Partisipasi tinggi akan menguatkan legitimasi calon yang terpilih.
"Kita berharap putaran kedua warga bisa mengunakan hak pilihnya.Kalau bisa lebih 80 persen gunakan hak pilihnya. Kenapa kita kita dorong supaya mereka milih? Supaya siapapun yang terpilih gubernur-wagub mempunyai dasar legitimasi yang kuat,"kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro,Menteng ,jakarta Pusat,Sabtu (18/2/2017).
Djarot juga berbicara soal pencoblosan,ragu 15 februari. PDIP menurut menyoroti sesulitan yang dialami warga hingga akhirnya tidak bisa memilih. Karena itu dia meminta KPU melakukan perbaikan mencengah terulangnya kejadian yang sama.
"Minimal KPUD segera mendata ulang data pemilih.Mendata ulang pemilih tetap di Jakarta terutama di TPS-TPS yang kemarin warga yang datang(tapi)tidak bisa menggunakan hak pilihnya.Itu harus didata ulang,supaya disisir ulang dan diumumkan kepada warga,üjarnya.
Meski begitu,Djarot mengapresiasi partisipasi pemilihan pilkada DKI.Hal ini menurutnya bisa ditingkatkan lagi bila pelaksana pemilihan dilakukan lebih baik.
"Di Jakarta luar biasa pilgub kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan pilpres maupun pilgub sebelumnya tahun 2012,angkanya hampir 80 persen.Kalau tidak ada hal-hal persoalan yang menghilangkan hak konsitusi warga untuk memilih itu bisa nambah.ujarnya.
Sebelumnya lembaga pemantau independen Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyar (JPPR) melakukan kajian yang berfokus pada partisipasi masyarakat di hari pemungutan suara.
menurut JPPR,berdasarkan real Count,pasangan calon nomor urut 1 mendapat 936.609 suara atau 17,05%, pasangan calon nomor urut 2 mendapat 2.357.587 suara atau setara 42,91% dan pasangan calon nomor 3 mendapat 2.200.636 suara atau setara dengan 40.05%.
"Maka partisipasi pemilihan Jakarta tahun ini mencapai 77% dan tentu hampir memenuhi target KPU RI,yaitu 77,5%.Angka partisipasi ini meningkat 8 % dari pilkada sebelumnya,yaitu tahun 2012 sebesar 69% kata Koordinator JPPR Masykrudin Hafidz di kantor Bawaslu RI,Jl MH Thamrin,Jakarta Pusat,sabtu (18/2)

No comments:
Write comments