SNU- Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul melakukan pembahasan khusus mengenai tingginya angka bunuh diri di wilayahnya. Dari pembahasan tersebut, lahirlah beberapa rekomendasi untuk mencegah bunuh diri di wilayah Gunung Kidul.
Ketua Satgas Berani Hidup, Immawan Wahyudi memaparkan, rekomendasi tersebut di antaranya agar di masing-masing puskesmas dilengkapi dengan tenaga psikolog. Saat ini, belum ada puskesmas di Gunung Kidul yang memiliki tenaga psikolog.
"Penempatan psikolog untuk mendeteksi dini dan melakukan pencegahan bunuh diri. Selama ini puskesmas belum memperhatikan itu," ujar Immawan yang juga Wakil Bupati Gunung Kidul, Selasa (21/2).
Immawan melanjutkan, rekomendasi kedua adalah dalam jangka menengah diperlukan cara yang lebih komunikatif dengan warga. Salah satunya melalui tokoh agama yang terus melakukan sosialisasi kepada warga melalui kegiatan keagamaan.
"Perlu adanya peningkatkan religiusitas dan spiritualitas. Salah satu caranya dengan dialog atau acara keagamaan," terang Immawan.
Rekomendasi terakhir, kata dia, perlu adanya respon yang cepat dari masyarakat sekitar. Sebab, lanjut Immawan dari beberapa kesaksian masyarakat yang gagal melakukan bunuh diri ada semacam bisikan.
"Jangan dianggap enteng jika ada warga yang mengaku mendengar bisikan. Dari pengalaman beberapa orang yang gagal bunuh diri berasal dari mendengar bisikan. Masyarakat yang tahu harus segera melaporkan ke puskesmas terdekat," beber Immawan.
Sejak Januari hingga pertengahan Februari ini, kata Immawan sudah ada 10 orang warga Gunung Kidul yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung. Immawan berharap rekomendasi dari Satgas Berani Hidup ini bisa dilaksanakan tahun ini sehingga kasus bunuh diri bisa ditekan jumlah korbannya.
Berdasarkan data yang dihimpun, kasus bunuh diri karena gantung diri di Gunung Kidul, pada tahun 2016 sebanyak 30 orang tewas, dan 3 orang percobaan. Data tertinggi kasus bunuh diri ada di 2012, yakni mencapai angka 39 orang.
Kemudian jumlah tersebut turun pada 2013 menjadi 29 kasus. Tahun berikutnya, yaitu 2014 kembali turun menjadi 19 kasus dan tahun 2015 turun menjdi 28 kasus bunuh diri, dan 3 orang percobaan. Angka kasus bunuh diri di Gunung Kidul rata-rata 25 orang per tahun.

No comments:
Write comments